|  Indonesia, WIB
Beranda › Perspektif › Rakor Forkopimda Perbatasan Kalimantan: Perkuat Keamanan di Entik...
Perspektif

Rakor Forkopimda Perbatasan Kalimantan: Perkuat Keamanan di Entikong dan Aruk

Rakor Forkopimda Perbatasan Kalimantan: Perkuat Keamanan di Entikong dan Aruk

Forkopimda Provinsi Kalimantan Barat menggelar rapat koordinasi untuk memperkuat keamanan teritorial di perbatasan Entikong dan Aruk, merespons penyelundupan dan infiltrasi radikal. Langkah operasional meliputi peningkatan patroli, pemasangan CCTV, dan penyusunan SOP pengamanan. Sinergi antara TNI, Polri, Binda, dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam menjaga stabilitas wilayah perbatasan Kalimantan.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar rapat koordinasi pada Sabtu, 18 Oktober, untuk memperkuat keamanan teritorial di wilayah perbatasan Kalimantan. Rapat yang dipimpin langsung oleh Gubernur Kalbar, Hasnan Banjarhafiz, ini dihadiri oleh Kapolda Kalbar, Danrem 121/ABW, Kepala Binda Kalbar, serta Kepala BPBD Provinsi Kalbar. Fokus utama pertemuan adalah menyikapi maraknya penyelundupan barang ilegal dan potensi infiltrasi kelompok radikal dari negara tetangga yang mengancam stabilitas di Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, dan Kecamatan Aruk, Kabupaten Bengkayang. Langkah ini merupakan respons strategis terhadap meningkatnya kerawanan di dua pintu gerbang utama perbatasan darat Indonesia-Malaysia tersebut.

Pemetaan Kerawanan di Perbatasan Kalimantan

Dalam rapat tersebut, Gubernur Kalbar menekankan bahwa perbatasan Kalimantan bagian barat, terutama di Entikong dan Aruk, menjadi titik rawan utama yang memerlukan pengawasan ekstra. Indikator kerawanan yang teridentifikasi meliputi:

  • Penyelundupan barang kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak ilegal melalui jalur tikus yang sulit terdeteksi.
  • Pergerakan orang tanpa identitas yang diduga terkait jaringan radikal lintas batas negara.
  • Lemahnya sistem pengawasan di pos-pos perbatasan yang ada saat ini, baik dari segi personel maupun teknologi.

Pemerintah Kabupaten Sanggau dan Bengkayang diinstruksikan untuk segera mengaktifkan pos pengamanan terpadu di titik-titik strategis. Gubernur juga menekankan pentingnya sinergi antara TNI, Polri, dan Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) dalam memperkuat keamanan teritorial. Data dari Binda Kalbar menunjukkan bahwa aktivitas ilegal di perbatasan cenderung meningkat pada jam-jam tertentu, sehingga diperlukan pola patroli yang adaptif dan berbasis intelijen.

Langkah Operasional dan Koordinasi Instansi

Rakor Forkopimda ini menghasilkan beberapa langkah operasional konkret yang akan segera diimplementasikan. Pertama, patroli bersama TNI-Polri akan ditingkatkan frekuensinya, terutama pada jam-jam rawan seperti malam hari dan dini hari. Kedua, pemasangan kamera pengawas (CCTV) di titik-titik rawan perbatasan akan segera direalisasikan dengan anggaran dari APBD Provinsi dan dukungan dari Kementerian Dalam Negeri. Ketiga, prosedur operasi standar (SOP) pengamanan perbatasan akan disusun dan ditetapkan melalui surat keputusan bersama (SKB) antara Gubernur, Kapolda, dan Danrem. Selain itu, hasil rapat juga menekankan peran aktif masyarakat perbatasan untuk melaporkan setiap gerak-gerik mencurigakan kepada aparat keamanan terdekat. Langkah-langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas wilayah perbatasan yang menjadi gerbang lalu lintas barang dan orang antara Indonesia dan Malaysia.

Catatan strategis: Penguatan keamanan teritorial di perbatasan Kalimantan tidak hanya membutuhkan pengawasan fisik, tetapi juga peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat melalui program pemberdayaan ekonomi. Pemerintah daerah disarankan untuk mengintegrasikan kegiatan patroli dengan program pembangunan desa perbatasan agar tercipta efek jera terhadap aktivitas ilegal sekaligus meningkatkan loyalitas warga terhadap NKRI. Keberhasilan pengamanan perbatasan sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor dan kepedulian masyarakat dalam menjaga kedaulatan negara.

Entitas dalam Berita
Tokoh: Hasnan Banjarhafiz
Organisasi: Forkopimda Provinsi Kalimantan Barat, TNI, Polri, Binda, BPBD, Pemerintah Kabupaten Sanggau, Pemerintah Kabupaten Bengkayang
Lokasi: Kalimantan Barat, Indonesia, Malaysia, Entikong, Aruk, Sanggau, Bengkayang
Berita Terkait