Analisis
YIARI: Karhutla Berulang di Ketapang Picu Konflik Orangutan-Warga
08 Agustus 2026, 00:00
Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat
10 views
Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) menyatakan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berulang di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, telah memicu siklus konflik berkepanjangan antara populasi orangutan dan masyarakat. Ketua Umum YIARI, Silverius Oscar Unggul, menjelaskan bahwa praktik pembukaan lahan dengan cara membakar yang tidak terkendali mempercepat kerusakan dan fragmentasi habitat orangutan. Akibatnya, satwa kehilangan sumber pakan dan tempat berlindung, sehingga terdorong masuk ke perkebunan warga di desa-desa seperti Kuala Tolak, yang kemudian memunculkan potensi kerusakan tanaman dan kekhawatiran keselamatan.
Konflik ini bukan peristiwa baru. Catatan YIARI menunjukkan pola serupa terjadi saat kebakaran besar melanda wilayah tersebut pada 2015 dan 2019. Pada 2026 ini, seekor orangutan jantan bernama 'Wak' harus dievakuasi oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama YIARI dari perkebunan warga. Evakuasi merupakan langkah mitigasi untuk mencegah konflik langsung dan menjaga keselamatan kedua belah pihak. Orangutan tersebut kemudian dilepasliarkan ke areal konsesi PT Mohairson Pawan Khatulistiwa (Mopakha) seluas 36.972,56 hektare yang dinilai masih memiliki habitat gambut yang aman.
[antaranews.com](https://www.antaranews.com/berita/5685384/yiari-karhutla-berulang-di-ketapang-picu-konflik-orangutan-warga) melaporkan pernyataan Silverius yang menegaskan bahwa penyelesaian konflik manusia dan satwa liar tidak dapat dipisahkan dari pengendalian karhutla, perlindungan habitat, serta penegakan hukum terhadap praktik pembakaran lahan. Situasi ini menunjukkan kerawanan ekosistem dan sosial di Ketapang, di mana bencana ekologis berulang langsung berimplikasi pada stabilitas hubungan antarspesies dan ketahanan ekonomi warga.
Entitas dalam Berita
Tokoh: Silverius Oscar Unggul
Organisasi: Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia,Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Barat,PT Mohairson Pawan Khatulistiwa
Lokasi: Ketapang,Kalimantan Barat,Kuala Tolak