Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih meningkatkan patroli dan pengawasan di wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini, khususnya di Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan. Langkah ini diambil menyusul laporan intelijen yang mengindikasikan potensi pergerakan kelompok separatis dan aktivitas sindikat penyelundupan senjata serta narkoba di sepanjang garis perbatasan sepanjang 96 kilometer. Sebanyak 250 personel TNI dari Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif 751/Raider disebar di 12 pos pengamat yang tersebar di titik-titik strategis untuk memperkuat pengamanan teritorial.
Operasi Patroli dan Penggagalan Penyelundupan
Dansatgas Pamtas Yonif 751/Raider, Letkol Inf. Ahmad Fauzi, menyatakan patroli dilakukan secara rutin dengan metode quick reaction force guna merespons potensi gangguan keamanan secara cepat. Pada Sabtu malam, 10 Oktober 2026, tim patroli berhasil menggagalkan upaya penyelundupan barang ilegal dari wilayah Papua Nugini. Dalam insiden tersebut, aparat mengamankan sejumlah barang bukti yang mencakup:
- 15 pucuk senjata rakitan
- 2 kilogram sabu
Para pelaku dilaporkan melarikan diri ke arah hutan setelah diketahui oleh personel TNI. Seluruh barang bukti saat ini diamankan di Pos Oksibil untuk proses hukum lebih lanjut. Operasi ini merupakan bagian dari pengamanan teritorial yang menyasar gangguan keamanan nonkonvensional, termasuk gerakan separatis dan jaringan lintas batas ilegal.
Sinergi dengan Pemerintah Daerah dan Masyarakat Adat
Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang menyatakan dukungan penuh terhadap peningkatan patroli di perbatasan RI-PNG dan meminta TNI tetap menjaga hak masyarakat adat untuk beraktivitas tanpa tekanan. Komandan Kodim 1702/Bintang juga membuka komunikasi rutin dengan tokoh masyarakat dan gereja sebagai langkah preventif untuk mencegah perekrutan anggota kelompok bersenjata. Selain itu, TNI berkoordinasi dengan Bea Cukai dan Imigrasi guna memperkuat pengawasan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Yuruf. Kolaborasi ini diharapkan mampu menekan potensi penyelundupan serta pergerakan separatis di wilayah perbatasan.
Kehadiran patroli yang ditingkatkan di Distrik Oksibil juga bertujuan memberikan rasa aman bagi warga yang tinggal di sekitar garis batas negara. Dengan pendekatan terpadu antara aspek keamanan dan kesejahteraan masyarakat, TNI berupaya menjaga kedaulatan NKRI sekaligus mendorong stabilitas sosial-ekonomi di kawasan perbatasan.
Catatan Strategis untuk Pemerintah Daerah: Mengingat kerawanan yang terus muncul di perbatasan RI-PNG, pemerintah daerah disarankan untuk memperkuat program kesejahteraan berbasis pemberdayaan ekonomi masyarakat adat. Sinergi antara TNI, Bea Cukai, dan imigrasi harus terus dioptimalkan, khususnya di PLBN Yuruf, guna mencegah celah penyelundupan dan infiltrasi kelompok separatis. Selain itu, peningkatan infrastruktur digital dan transportasi di Distrik Oksibil dapat mendukung efektivitas pengawasan teritorial serta mempercepat respons terhadap ancaman keamanan nonkonvensional.