Satgas Madago Raya berhasil menangkap dua orang terduga anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) dalam operasi pemantapan keamanan di wilayah Sulawesi Tengah. Penangkapan dilaksanakan pada 26 Oktober 2026 dini hari di Desa Singkoyo, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso, oleh tim gabungan TNI-Polri. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu pucuk senjata api rakitan, amunisi, serta bahan peledak yang diduga akan digunakan untuk aksi terorisme. Wilayah Kabupaten Poso selama ini dikenal sebagai salah satu daerah rawan konflik bersenjata dan terorisme di Provinsi Sulawesi Tengah, sehingga keberadaan jaringan MIT menjadi perhatian serius pemerintah pusat maupun daerah.
Kronologi Penangkapan dan Pengamanan Barang Bukti di Desa Singkoyo
Kepala Satgas Madago Raya, Brigjen Pol. Agus Nugroho, menjelaskan bahwa penangkapan ini merupakan hasil pengembangan pemetaan wilayah rawan konflik bersenjata yang terus diperbarui berdasarkan informasi intelijen. Tim gabungan yang bergerak cepat berhasil melumpuhkan dua terduga yang sedang berada di lokasi. Dari penggeledahan, petugas menemukan barang bukti yang menguatkan keterlibatan mereka dalam jaringan MIT. Berikut rincian data operasi:
- Waktu operasi: 26 Oktober 2026 dini hari
- Lokasi: Desa Singkoyo, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah
- Tersangka: dua orang terduga anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT)
- Barang bukti: satu pucuk senjata api rakitan, amunisi, dan bahan peledak
Menindaklanjuti penangkapan tersebut, Satgas Madago Raya memperketat pengawasan di titik-titik rawan lainnya di Kabupaten Poso. Patroli dan pemeriksaan kendaraan dilakukan secara acak untuk mengantisipasi pergerakan kelompok teror lainnya. Langkah ini merupakan bagian dari upaya sistematis pemetaan kerawanan wilayah yang terus diperbarui secara berkala, sekaligus memperkuat stabilitas keamanan teritorial di Sulawesi Tengah.
Sinergi TNI-Polri dan Implikasi bagi Pemerintah Daerah
Operasi yang digelar Satgas Madago Raya mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Pihak pemprov menilai langkah tegas aparat berhasil menekan angka gangguan keamanan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat. Kapolda dan Pangdam setempat juga menegaskan komitmen untuk terus memburu sisa-sisa jaringan MIT hingga tuntas. Masyarakat diimbau tetap tenang dan proaktif melaporkan setiap aktivitas mencurigakan kepada aparat keamanan. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa upaya pemetaan kerawanan wilayah yang dilakukan secara sistematis telah membuahkan hasil dalam menjaga stabilitas keamanan teritorial.
Sebagai catatan strategis bagi pemerintah daerah, penangkapan ini hendaknya diikuti dengan penguatan sinergi antara TNI-Polri, pemerintah desa, dan tokoh masyarakat dalam menjaga kondusivitas wilayah. Program deradikalisasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di daerah rawan konflik juga perlu diperkuat agar jaringan MIT tidak memperoleh ruang untuk merekrut anggota baru. Pemerintah Kabupaten Poso bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah diharapkan menjadikan pemetaan kerawanan wilayah sebagai dasar perencanaan kebijakan keamanan dan pembangunan yang berkelanjutan.