|  Indonesia, WIB
Beranda › Nasional › PVMBG Naikkan Status Gunung Marapi dari Waspada ke Siaga, Dua Kab...
Nasional

PVMBG Naikkan Status Gunung Marapi dari Waspada ke Siaga, Dua Kabupaten Diminta Siaga

PVMBG Naikkan Status Gunung Marapi dari Waspada ke Siaga, Dua Kabupaten Diminta Siaga

PVMBG secara resmi menaikkan status Gunung Marapi dari Waspada menjadi Siaga per 11 Oktober 2026, menyusul peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan. Pemerintah Kabupaten Agam dan Tanah Datar merespons dengan menetapkan status tanggap darurat, mengevakuasi 1.200 jiwa, dan menyiapkan 25 titik pengungsian. Potensi erupsi susulan masih tinggi, sehingga koordinasi antarinstansi dan kesiapsiagaan warga menjadi prioritas utama dalam mitigasi bencana ini.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) secara resmi menaikkan status Gunung Marapi di Sumatra Barat dari Level II Waspada menjadi Level III Siaga per 11 Oktober 2026. Keputusan ini diumumkan berdasarkan evaluasi komprehensif terhadap data visual dan instrumental yang menunjukkan peningkatan signifikan aktivitas vulkanik dalam periode 1 hingga 10 Oktober 2026. Gunung berapi yang secara administratif berada di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar ini kini ditetapkan sebagai kawasan rawan bencana tinggi, dengan radius bahaya mencapai 4,5 kilometer dari kawah utama. Pemerintah daerah di dua kabupaten tersebut diminta segera meningkatkan kesiapsiagaan guna mengantisipasi potensi erupsi susulan dan lontaran material pijar yang dapat mengancam keselamatan warga.

Peningkatan Aktivitas Vulkanik dan Indikator Kerawanan

Peningkatan status Gunung Marapi menjadi siaga didasarkan pada serangkaian indikator geologi yang mengkhawatirkan. Pada Minggu pagi, gunung tersebut memuntahkan abu vulkanik setinggi 800 meter ke atmosfer, menyebar hingga ke kecamatan di lereng barat dan timur. PVMBG mencatat peningkatan frekuensi gempa vulkanik dangkal yang mencapai 58 kali per hari, menandakan pergerakan magma di kedalaman dekat permukaan. Deformasi tubuh gunung yang terus berlangsung menambah daftar data instrumental yang mengonfirmasi aktivitas erupsi yang semakin intens. Berdasarkan hasil pemetaan kerawanan, wilayah terdampak langsung meliputi:

  • Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam — area permukiman padat di lereng selatan.
  • Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam — zona aliran lahar dan hujan abu.
  • Kecamatan Baso dan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam — wilayah terdampak sebaran abu vulkanik.
  • Kabupaten Tanah Datar — kawasan lereng timur yang masuk radius bahaya.

Sebanyak 1.200 jiwa dari dua kecamatan terdekat telah dievakuasi ke tempat aman. BPBD setempat mencatat bahwa potensi bencana erupsi susulan masih tinggi, sehingga status siaga diperkirakan akan bertahan dalam beberapa pekan ke depan.

Langkah Tanggap Darurat Pemerintah Daerah

Pemerintah Kabupaten Agam langsung menetapkan status tanggap darurat bencana erupsi Gunung Marapi. Sebagai respons cepat, didirikan posko induk di Jorong Jambu, Nagari Salo, yang berfungsi sebagai pusat komando evakuasi dan distribusi logistik. BPBD Kabupaten Agam telah menyiapkan 25 titik pengungsian yang tersebar di lokasi aman, dengan kapasitas total menampung lebih dari 3.000 jiwa. Selain itu, Dinas Pendidikan setempat meliburkan seluruh sekolah di lereng gunung hingga 16 Oktober 2026 guna menghindari risiko paparan abu vulkanik terhadap anak-anak. Masyarakat diimbau untuk selalu memakai masker saat beraktivitas di luar rumah, mengingat sebaran abu telah mencapai Kecamatan Baso dan Tilatang Kamang yang berjarak lebih dari 10 kilometer dari puncak.

Seiring meningkatnya status siaga, koordinasi antara PVMBG, BPBD provinsi dan kabupaten, serta TNI/Polri terus diperkuat. Posko lapangan telah dilengkapi dengan alat deteksi dini dan jalur evakuasi yang diperbarui. Pemerintah Kabupaten Tanah Datar juga mulai menyiagakan personel dan logistik di titik-titik rawan untuk mempercepat respons jika terjadi erupsi susulan. Rekomendasi strategis bagi pemerintah daerah adalah memperkuat edukasi publik tentang prosedur evakuasi, memastikan ketersediaan masker di setiap titik pengungsian, serta mengaktifkan sistem peringatan dini berbasis komunitas di wilayah lereng gunung. Sinergi antarinstansi dan kesiapsiagaan logistik menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko bencana di tengah status siaga yang diperkirakan berlangsung lama.

Entitas dalam Berita
Organisasi: Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Pemerintah Kabupaten Agam, BPBD, Dinas Pendidikan
Lokasi: Gunung Marapi, Sumatra Barat, Kabupaten Agam, Tanah Datar, Kecamatan IV Koto, Sungai Pua, Jorong Jambu, Nagari Salo, Kecamatan Baso, Tilatang Kamang
Berita Terkait