|  Indonesia, WIB
Beranda › Nasional › Pusat Vulkanologi Revisi Status Gunung Ile Lewotolok di Lembata N...
Nasional

Pusat Vulkanologi Revisi Status Gunung Ile Lewotolok di Lembata Naik dari Waspada ke Siaga

Pusat Vulkanologi Revisi Status Gunung Ile Lewotolok di Lembata Naik dari Waspada ke Siaga

PVMBG merevisi status Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata dari Waspada ke Siaga pada 22 Oktober 2026 akibat peningkatan frekuensi gempa hembusan dan vulkanik dangkal. Pemerintah Daerah diminta segera mengaktifkan penanggulangan bencana dengan pembatasan radius 3 kilometer dari kawah. Data pemantauan menjadi acuan untuk menyusun rencana kontinjensi dan evakuasi di Kecamatan Ile Ape.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) secara resmi merevisi status Gunung Ile Lewotolok yang terletak di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) per tanggal 22 Oktober 2026. Keputusan ini diambil setelah terdeteksi peningkatan signifikan pada aktivitas vulkanik, yang memerlukan respons cepat dari Pemerintah Daerah. Status Siaga ini menjadi peringatan dini bagi Pemerintah Kabupaten Lembata dan jajaran terkait untuk segera mengaktifkan mekanisme penanggulangan bencana teritorial guna memitigasi dampak potensi erupsi yang semakin tinggi.

Peningkatan Aktivitas Vulkanik dan Indikator Kerawanan Wilayah

Berdasarkan data pemantauan PVMBG, peningkatan status Gunung Ile Lewotolok didasarkan pada beberapa indikator kerawanan yang terpantau dalam rentang waktu singkat. Pemerintah daerah diharapkan mencermati data berikut sebagai acuan penyusunan rencana kontinjensi:

  • Frekuensi gempa hembusan meningkat dari rata-rata 3 kali per hari menjadi 15-20 kali per hari dalam 72 jam terakhir, menunjukkan tekanan gas di dalam kawah yang semakin tinggi.
  • Gempa vulkanik dangkal tercatat lebih dari 30 kejadian per hari, mengindikasikan pergerakan magma ke permukaan yang semakin intensif.
  • Kolom abu vulkanik mencapai ketinggian 500-800 meter dari puncak, dengan sebaran abu mengarah ke sektor barat dan barat daya yang mencakup permukiman di Kecamatan Ile Ape.
  • Deformasi tubuh gunung api terpantau menggunakan tiltmeter menunjukkan inflasi sebesar 0,5 miliradian, mengonfirmasi tekanan magmatik yang terus berlangsung.

Kondisi ini menunjukkan bahwa potensi erupsi eksplosif dan aliran piroklastik telah meningkat secara signifikan. PVMBG menegaskan bahwa seluruh data dipantau secara kontinu selama 24 jam melalui pos pengamatan Gunung Api yang berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lembata dan aparat desa setempat. Pemerintah Kabupaten Lembata wajib menjadikan data ini sebagai dasar penetapan status tanggap darurat bencana di tingkat daerah.

Langkah Antisipasi Pemerintah Daerah dan Rekomendasi PVMBG

Menindaklanjuti status Siaga, PVMBG mengeluarkan rekomendasi tegas untuk pembatasan aktivitas masyarakat dan wisatawan dalam radius 3 kilometer dari kawah puncak Gunung Ile Lewotolok. Seluruh penduduk yang bermukim di wilayah Kecamatan Ile Ape dan sekitarnya diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya abu vulkanik, aliran piroklastik, dan lahar. Pemerintah Kabupaten Lembata telah menyiapkan sejumlah lokasi pengungsian di daerah yang aman, termasuk di Kecamatan Lembata Selatan dan Kecamatan Omesuri. Beberapa langkah antisipasi yang telah dijalankan meliputi:

  • Penyiapan tenda pengungsian, dapur umum, dan persediaan logistik di lima titik pengungsian yang telah diverifikasi oleh BPBD Lembata.
  • Peningkatan koordinasi lintas sektor antara PVMBG, BPBD, dan aparat desa untuk memastikan respons cepat terhadap perubahan aktivitas Gunung Api.

Sebagai catatan strategis untuk Pemerintah Kabupaten Lembata, direkomendasikan untuk segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat di zona rawan bencana, mengaktifkan pos komando tanggap darurat, dan menyusun rencana evakuasi berbasis data kerawanan wilayah. Langkah ini penting untuk meminimalkan risiko korban jiwa dan kerugian infrastruktur akibat eskalasi aktivitas Gunung Ile Lewotolok yang terus dipantau oleh PVMBG.

Entitas dalam Berita
Organisasi: Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, PVMBG, BPBD Lembata, Pemerintah Kabupaten Lembata
Lokasi: Gunung Ile Lewotolok, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Kecamatan Ile Ape
Berita Terkait