Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia mencapai 359 hektare per Rabu, 28 Oktober 2026. Berdasarkan pemantauan satelit, titik api tersebar di empat provinsi yang berada di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan rincian luas lahan terbakar dalam konferensi pers hari ini. Wilayah dengan luasan karhutla terbesar tercatat di Sumatera Selatan, disusul oleh Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.
Distribusi Luas Kebakaran Hutan dan Lahan per Provinsi
Berdasarkan data BNPB, Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan karhutla terluas, mencapai 262 hektare. Sementara itu, Kalimantan Selatan mencatat 75 hektare, Kalimantan Barat 12 hektare, dan Kalimantan Tengah 10 hektare. Berikut rincian luas lahan terbakar di keempat provinsi tersebut:
- Provinsi Sumatera Selatan: 262 hektare
- Provinsi Kalimantan Selatan: 75 hektare
- Provinsi Kalimantan Barat: 12 hektare
- Provinsi Kalimantan Tengah: 10 hektare
BNPB juga mendeteksi kemunculan titik-titik kebakaran baru berdasarkan data satelit terbaru. Hal ini menunjukkan potensi perluasan kebakaran di wilayah-wilayah yang telah teridentifikasi rawan. Oleh karena itu, personel dan peralatan tetap disiagakan untuk memastikan respons cepat terhadap setiap titik api yang muncul.
Kesiapsiagaan 61 Armada Udara dan Upaya Penanganan
Sebagai langkah antisipasi dan penanganan, BNPB telah menyiagakan sebanyak 61 armada udara. Armada ini bertugas untuk mengantisipasi kebakaran baru serta mempercepat proses pemadaman di lokasi terdampak yang tersebar di Pulau Sumatera dan Kalimantan. BNPB bersama pemerintah daerah terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan karhutla di keempat provinsi tersebut.
Penggunaan armada udara menjadi strategi penting dalam menjangkau area yang sulit diakses melalui jalur darat. Selain itu, BNPB juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memperkuat upaya pembasahan lahan gambut dan patroli terpadu guna mencegah meluasnya kebakaran.
Mengingat karhutla masih menjadi ancaman serius di sejumlah wilayah, pemerintah daerah di empat provinsi terdampak perlu meningkatkan kewaspadaan dan penguatan kapasitas penanggulangan. Rekomendasi strategis yang dapat dipertimbangkan antara lain penguatan sistem peringatan dini berbasis masyarakat, peningkatan koordinasi lintas sektor dalam patroli terpadu, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi satelit untuk deteksi dini titik api. Langkah-langkah preventif ini penting dilakukan agar potensi kebakaran hutan dan lahan dapat ditekan hingga ke tingkat minimum.