|  Indonesia, WIB
Beranda › Nasional › Karhutla di Riau Meluas, Satgas Darat Kerahkan Dua Helikopter Wat...
Nasional

Karhutla di Riau Meluas, Satgas Darat Kerahkan Dua Helikopter Water Bombing

Karhutla di Riau Meluas, Satgas Darat Kerahkan Dua Helikopter Water Bombing

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau meluas hingga mencapai 2.450 hektare, tersebar di Kabupaten Bengkalis, Siak, dan Kepulauan Meranti. Pemerintah provinsi menetapkan status siaga darurat dan mengerahkan dua helikopter water bombing serta 1.200 personel gabungan untuk pemadaman. Kualitas udara di Bengkalis masuk kategori tidak sehat dengan ISPU 180.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau meluas dalam sepekan terakhir. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau pada Minggu, luas lahan terbakar mencapai 2.450 hektare yang tersebar di Kabupaten Bengkalis, Siak, dan Kepulauan Meranti. Titik panas (hotspot) terpantau meningkat 35 persen akibat cuaca kering dan angin kencang. Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan status siaga darurat karhutla serta mengerahkan Satuan Tugas (Satgas) Karhutla untuk melakukan pemadaman dan pengendalian di lapangan.

Sebaran Karhutla di Riau dan Dampaknya terhadap Kualitas Udara

Berdasarkan pantauan BPBD Riau, sebaran karhutla terpusat di kawasan pesisir dan kepulauan, yakni Kabupaten Bengkalis, Siak, dan Kepulauan Meranti. Peningkatan titik panas mencapai 35 persen dibandingkan pekan sebelumnya, sejalan dengan kondisi cuaca kering dan hembusan angin kencang yang mempercepat penyebaran api. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Riau, Yuli Novita, menyatakan bahwa asap akibat kebakaran hutan telah memengaruhi kualitas udara di sejumlah wilayah. Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kabupaten Bengkalis tercatat berada di angka 180 dengan kategori tidak sehat.

Kondisi tersebut menjadi indikator kerawanan yang perlu diwaspadai pemerintah daerah. Beberapa data utama yang menjadi perhatian dalam penanganan karhutla di Riau antara lain:

  • Luas lahan terbakar mencapai 2.450 hektare di Kabupaten Bengkalis, Siak, dan Kepulauan Meranti;
  • Titik panas meningkat 35 persen akibat cuaca kering dan angin kencang;
  • ISPU di Kabupaten Bengkalis mencapai 180 dengan kategori tidak sehat.

Upaya Satgas Karhutla: Water Bombing dan Patroli Darat

Satuan Tugas (Satgas) Karhutla mengerahkan dua helikopter water bombing dan 1.200 personel gabungan TNI-Polri, Manggala Agni, serta relawan untuk memadamkan api dan mencegah perluasan area terdampak. Pada Minggu siang, helikopter melaksanakan pengeboman air di sejumlah titik api yang berada di Kecamatan Mandau dan Pinggir, Kabupaten Bengkalis. Operasi udara ini difokuskan pada area yang sulit dijangkau tim darat dan rawan meluas ke lahan gambut.

Selain pemadaman melalui jalur udara, tim darat melakukan patroli terpadu dan pembuatan sekat bakar untuk membatasi perambatan api. Upaya ini dinilai penting mengingat karakteristik lahan gambut yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan. Satgas Karhutla juga menindak tegas 12 perusahaan yang terbukti membuka lahan tanpa izin. Langkah penegakan hukum tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menekan praktik pembakaran lahan yang menjadi penyebab utama karhutla di Riau.

Sebagai catatan strategis, Pemerintah Provinsi Riau bersama pemerintah kabupaten/kota perlu memperkuat patroli terpadu di kawasan rawan gambut serta mengoptimalkan penggunaan teknologi water bombing dan modifikasi cuaca untuk mengendalikan titik api secara cepat. Di sisi lain, sosialisasi pengelolaan lahan tanpa bakar dan pengawasan ketat terhadap aktivitas perusahaan harus terus diintensifkan. Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi dampak karhutla, menjaga kualitas udara, serta melindungi kesehatan masyarakat di Provinsi Riau.

Entitas dalam Berita
Tokoh: Yuli Novita
Organisasi: BPBD Riau, Satgas Karhutla, TNI-Polri, Manggala Agni, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Riau, Pemerintah Provinsi Riau
Lokasi: Riau, Bengkalis, Siak, Kepulauan Meranti, Mandau, Pinggir
Berita Terkait