|  Indonesia, WIB
Beranda › Nasional › Gunung Semeru Erupsi, PVMBG Minta Warga Menjauhi Radius Lima Kilo...
Nasional

Gunung Semeru Erupsi, PVMBG Minta Warga Menjauhi Radius Lima Kilometer

Gunung Semeru Erupsi, PVMBG Minta Warga Menjauhi Radius Lima Kilometer

Erupsi Gunung Semeru pada pukul 08.47 WIB menghasilkan kolom abu setinggi 2.800 meter dengan status Level II Waspada, PVMBG merekomendasikan radius aman lima kilometer dari kawah. BPBD Lumajang mengevakuasi 126 lansia dan mendistribusikan 5.000 masker di empat kecamatan terdampak. Pemerintah daerah diimbau memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan logistik untuk menghadapi potensi erupsi berkelanjutan.

Pos Pengamatan Gunung Semeru di Desa Gunung Sawur, Kabupaten Lumajang, melaporkan erupsi pada pukul 08.47 WIB dengan kolom abu setinggi 2.800 meter di atas puncak berwarna kelabu hingga cokelat. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status Gunung Semeru pada Level II Waspada dan merekomendasikan agar masyarakat tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah. Imbauan ini dikeluarkan menyusul peningkatan aktivitas vulkanik yang terpantau dalam beberapa hari terakhir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang segera mengaktifkan posko darurat dan melakukan pemetaan wilayah terdampak erupsi.

Dampak Wilayah dan Penanganan BPBD Lumajang

BPBD Kabupaten Lumajang mencatat bahwa kecamatan terdampak erupsi meliputi Pronojiwo, Supiturang, Pasirian, dan Candipuro. Hujan abu tipis dilaporkan terjadi di Desa Sumberwuluh dan Desa Supiturang. Sebagai langkah antisipasi, sebanyak 126 warga lanjut usia dievakuasi ke balai desa setempat. Tim reaksi cepat BPBD yang berkoordinasi dengan TNI-Polri dan Palang Merah Indonesia (PMI) diterjunkan untuk mendistribusikan 5.000 unit masker ke wilayah terdampak. Berikut rincian wilayah terdampak dan tindak lanjut penanganan:

  • Kecamatan Pronojiwo: hujan abu tipis dan evakuasi lansia ke balai desa.
  • Kecamatan Supiturang: hujan abu tipis di Desa Supiturang serta Desa Sumberwuluh.
  • Kecamatan Pasirian: pemantauan ketat aktivitas warga di lereng selatan.
  • Kecamatan Candipuro: pendistribusian masker dan logistik darurat.

Langkah Antisipasi dan Dukungan Pemerintah Daerah

Bupati Lumajang mengeluarkan imbauan agar sekolah di lereng barat dan selatan tetap berjalan dengan menyiapkan skenario evakuasi jika terjadi peningkatan aktivitas erupsi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Timur turut mengirimkan enam unit mobil tangki air dan tiga tenda pengungsi untuk mendukung kesiapsiagaan di lokasi. Hingga berita ini diturunkan, status Gunung Semeru belum dinaikkan ke Level III Siaga, namun PVMBG terus memantau secara intensif. Koordinasi antara BPBD, TNI-Polri, dan PMI diperkuat untuk memastikan distribusi logistik dan evakuasi berjalan lancar.

Pemerintah daerah di wilayah rawan bencana diharapkan terus memantau perkembangan status gunung api melalui kanal resmi PVMBG dan mengaktifkan jalur koordinasi antara BPBD, kecamatan, dan desa. Penguatan kapasitas evakuasi dan logistik, khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak, menjadi prioritas dalam kesiapsiagaan menghadapi potensi erupsi berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah kabupaten, provinsi, serta instansi terkait seperti TNI-Polri dan PMI perlu diperkuat untuk meminimalkan dampak bencana dan mempercepat respons darurat di lapangan. Rekomendasi strategis bagi pemerintah daerah adalah mengintegrasikan data pemetaan kerawanan wilayah ke dalam sistem peringatan dini berbasis komunitas, serta mengalokasikan anggaran khusus untuk pengadaan alat pelindung diri dan tempat evakuasi sementara yang memadai di setiap kecamatan terdampak.

Entitas dalam Berita
Organisasi: Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, BPBD Kabupaten Lumajang, BPBD Provinsi Jawa Timur, TNI-Polri, PMI, Pos Pengamatan Gunung Semeru
Lokasi: Gunung Semeru, Desa Gunung Sawur, Kabupaten Lumajang, Pronojiwo, Supiturang, Pasirian, Candipuro, Desa Sumberwuluh, Desa Supiturang, Jawa Timur
Berita Terkait