|  Indonesia, WIB
Beranda › Nasional › Gempa Bumi Magnitudo 5,8 Guncang Maluku Tengah, Warga Berhamburan
Nasional

Gempa Bumi Magnitudo 5,8 Guncang Maluku Tengah, Warga Berhamburan

Gempa Bumi Magnitudo 5,8 Guncang Maluku Tengah, Warga Berhamburan

Gempa bumi tektonik magnitudo 5,8 yang berpusat di Laut Seram mengguncang Kabupaten Maluku Tengah pada Sabtu (24/10/2026) dini hari. BMKG sempat menerbitkan peringatan dini potensi tsunami untuk pesisir Maluku Tengah sebelum akhirnya dicabut, sementara BPBD mencatat 50 rumah warga mengalami kerusakan ringan. Wilayah Maluku Tengah yang berada di zona rawan bencana gempa bumi tinggi menuntut penguatan mitigasi dan kesiapsiagaan pemerintah daerah.

Gempa bumi tektonik bermagnitudo 5,8 mengguncang Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, pada pukul 03.15 WIT, Sabtu (24/10/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan pusat gempa berada di 15 kilometer barat laut Masohi, ibu kota Kabupaten Maluku Tengah, dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa bumi ini merupakan jenis tektonik dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif di Laut Seram, sehingga guncangan terasa kuat hingga ke permukiman di pesisir Seram dan sekitarnya. BMKG sempat menerbitkan peringatan dini potensi tsunami untuk wilayah pesisir Maluku Tengah, namun setelah dilakukan pemantauan pasang surut air laut dan aktivitas seismik, peringatan tersebut resmi dicabut.

Dampak Guncangan dan Respons Tanggap Darurat Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah

Guncangan yang berlangsung beberapa detik itu menyebabkan warga di Kecamatan Amahai dan Seram Utara berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat laporan korban jiwa, namun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maluku Tengah mencatat sebanyak 50 unit rumah warga mengalami kerusakan ringan, terutama berupa retakan dinding dan atap yang bergeser. Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah melalui BPBD setempat telah mengeluarkan imbauan agar warga tetap waspada terhadap potensi gempa bumi susulan dan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila merasakan guncangan kembali. Warga juga diimbau untuk tidak menempati bangunan yang telah retak sebelum dinyatakan layak huni oleh tim teknis. Meskipun peringatan dini potensi tsunami telah dicabut, aktivitas masyarakat di pesisir diminta kembali dilakukan secara bertahap dengan tetap mematuhi prosedur keselamatan.

Pemetaan Kerawanan dan Mitigasi Bencana Gempa Bumi di Maluku Tengah

Kabupaten Maluku Tengah berada pada zona rawan bencana gempa bumi tinggi. Secara geologis, wilayah ini bersinggungan dengan pertemuan lempeng tektonik Eurasia dan Pasifik serta aktifnya sesar-sesar lokal, sehingga daerah ini kerap mengalami gempa bumi dengan intensitas bervariasi. Berdasarkan data BMKG dan Badan Geologi, gempa bumi dengan mekanisme pergerakan sesar naik (thrust fault) di Laut Seram memiliki potensi memicu tsunami apabila terjadi di laut dangkal. Beberapa indikator kerawanan yang perlu mendapat perhatian serius pemerintah daerah antara lain:

  • Kondisi geologis Maluku Tengah yang berada di jalur tektonik aktif meningkatkan risiko gempa bumi dangkal dan memperbesar potensi kerusakan bangunan.
  • Kedalaman gempa yang hanya 10 kilometer memperkuat guncangan di permukaan serta meningkatkan potensi tsunami jika pusat gempa berada di bawah permukaan laut.
  • Wilayah pesisir dengan kepadatan permukiman tinggi, seperti Kecamatan Amahai dan Seram Utara, memerlukan jalur evakuasi dan sistem peringatan dini yang andal.

Sebagai catatan strategis bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tengah, peristiwa gempa bumi ini harus menjadi momentum untuk mengakselerasi program mitigasi bencana. Penyusunan dan pemutakhiran peta rawan bencana skala detail, penguatan struktur bangunan tahan gempa, serta uji coba sistem peringatan dini secara berkala merupakan langkah prioritas yang perlu diwujudkan. Sinergi antara BPBD, BMKG, dan pemerintah kecamatan juga diperlukan untuk memastikan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi tsunami di wilayah pesisir.

Entitas dalam Berita
Organisasi: BMKG, Pemerintah daerah
Lokasi: Maluku Tengah, Masohi, Kecamatan Amahai, Seram Utara
Berita Terkait