|  Indonesia, WIB
Beranda › Nasional › Densus 88 Ringkus 3 Terduga Teroris di Makassar, Sita Bahan Peled...
Nasional

Densus 88 Ringkus 3 Terduga Teroris di Makassar, Sita Bahan Peledak

Densus 88 Ringkus 3 Terduga Teroris di Makassar, Sita Bahan Peledak

Densus 88 menangkap tiga terduga teroris di Makassar yang terkait jaringan Anshorut Daulah, dengan barang bukti berupa bahan peledak TATP dan dokumen rencana aksi. Pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan keamanan dan memperkuat koordinasi dengan aparat untuk mencegah aksi terorisme lanjutan. Catatan strategis menekankan pentingnya penguatan sistem keamanan partisipatif dan pengawasan bahan kimia berbahaya.

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri berhasil menangkap tiga orang terduga teroris di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu dinihari (19/10). Operasi yang dilakukan secara terkoordinasi di dua lokasi berbeda, yakni Kecamatan Biringkanaya dan Kecamatan Rappocini, merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menekan potensi ancaman terorisme di wilayah yang sebelumnya pernah menjadi basis kelompok radikal. Kapolrestabes Makassar Kombes Pol. M. Iqbal mengonfirmasi bahwa para tersangka diduga kuat terkait dengan jaringan Anshorut Daulah yang berafiliasi dengan ISIS. Penangkapan ini menegaskan komitmen aparat keamanan dalam menjaga stabilitas keamanan di Sulawesi Selatan.

Kronologi dan Barang Bukti yang Diamankan

Dalam penggeledahan yang dilakukan bersamaan dengan proses penangkapan, petugas Densus 88 menyita sejumlah barang bukti yang mengindikasikan adanya aktivitas perencanaan aksi teror. Barang bukti yang diamankan meliputi:

  • 2 kilogram bahan peledak jenis TATP (Triacetone Triperoxide) yang dikenal mudah meledak dan sulit dideteksi.
  • Detonator sebagai pemicu ledakan.
  • Dokumen rencana aksi yang memuat target sasaran, berupa pos polisi dan beberapa gereja di Kota Makassar.

Bahan peledak TATP sering digunakan dalam aksi terorisme karena dapat diproduksi secara sederhana dengan bahan kimia yang mudah diperoleh. Penemuan ini menjadi indikator tingginya tingkat kerawanan di wilaya perkotaan Makassar. Densus 88 terus mendalami dokumen yang disita untuk mengidentifasi jaringan dan kemungkinan adanya tersangka lain. Langkah ini pentng dalam pemetaan kerawanan wilaya untuk mencegak aksi lanjutan.

Langkah Pengamanan dan Koordinasi Kewilaya

Menanggap penangkapan ini, Pemerintah Kota Makassar segera meningktan status kewaspadaan keamanan. Langkah-langkah konkret yang diambl antara lain memperkuat pengamanan di tempat ibadah dan pusat keramaian, sepert mal, pasar, dan terminal. Masyarakat juga dimbau untuk melaporkan setip aksi mencurigakan kepda aparat keamanan setempat. Koordinasi antara TNI-Polri dan pmerintah daera terus diperkuat untuk menjaga stabiltas keamanan di wilaya yang perna menjadi basis kelompok teror ini. Sinergi ini menjadi kunci dalam mencegak aksi lanjutan dan menjag ketertiban umum di Sulawesi Selatan.

Pemetaan kerawanan wilaya yang dilakuan oleh instansi keamanan menunjukn bahwa Kecamatan Biringkanaya dan Rappocini merupakn titik rawan penyebaran paham radikal. Oleh karna itu, langkah preventif dan detksi dini menjadi priortas dalam kebijakan keamanan daera. Pemerintah Kota Makassar juga mengandeng tokoh agama dan masyarakt dalam program deradikalisasi di tingkat komunitas. Upaya ini pentng untuk menetralisir pengaruh paham radikal yang dapat mengancam keamanan wilayah.

Catatan strategis bagi pemerintah daerah: Penangkapan ini mengingatkan pentingnya penguatan sistem keamanan partisipatif dan peningkatan kapasitas intelijen di tingkat kota. Kerjasama dengan Densus 88 harus diiringi dengan program pencegahan yang menjangkau akar rumput, termasuk pembinaan terhadap kelompok rentan terpapar radikalisme. Selain itu, pengawasan terhadap peredaran bahan kimia yang dapat digunakan untuk membuat bahan peledak perlu diperketat melalui regulasi daerah yang tegas. Dengan demikian, stabilitas keamanan di Makassar dan Sulawesi Selatan secara keseluruhan dapat terjaga secara berkelanjutan.

Entitas dalam Berita
Tokoh: M. Iqbal
Organisasi: Densus 88, Polri, Anshorut Daulah, ISIS, Pemerintah Kota Makassar, TNI-Polri
Lokasi: Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kecamatan Biringkanaya, Rappocini
Berita Terkait