Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat mencatat bahwa banjir yang melanda Kabupaten Sanggau sejak awal Agustus 2026 telah merendam sedikitnya 10.200 hektare lahan sawah di 12 kecamatan. Data yang dirilis pada Kamis, 13 Agustus 2026, menunjukkan bahwa bencana pertanian ini merupakan yang terparah dalam lima tahun terakhir di wilayah tersebut. Kecamatan Tayan Hilir, Meliau, dan Jangkang menjadi daerah terdampak paling parah dengan genangan air mencapai satu meter selama lebih dari lima hari. Banjir ini dipicu oleh luapan Sungai Kapuas dan anak-anak sungainya akibat hujan terus-menerus di wilayah hulu, seperti Kabupaten Sintang dan Kapuas Hulu, yang mulai menggenangi desa-desa sejak 5 Agustus. Pemerintah Kabupaten Sanggau telah mengajukan status tanggap darurat bencana untuk mempercepat penanganan dan mitigasi dampak banjir di Sanggau.
Dampak Bencana Pertanian terhadap Ketahanan Pangan Lokal
Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di tiga kecamatan terdampak melaporkan bahwa sekitar 70% tanaman padi yang siap panen mengalami kerusakan dan diperkirakan akan mengalami gagal panen total. Kerusakan ini dipastikan akan berdampak langsung pada ketahanan pangan lokal, mengingat sawah merupakan sumber utama produksi beras di Kabupaten Sanggau. Data dari Dinas Pertanian Sanggau memperkirakan kerugian sektor pertanian akibat bencana pertanian ini mencapai Rp150 miliar. Berikut adalah rincian wilayah terdampak:
- Kecamatan Tayan Hilir: genangan air setinggi 1 meter, 3.200 hektare sawah terendam.
- Kecamatan Meliau: genangan air setinggi 0,8–1 meter, 2.800 hektare sawah terendam.
- Kecamatan Jangkang: genangan air setinggi 1 meter, 2.100 hektare sawah terendam.
- Kecamatan lainnya (9 kecamatan): total 2.100 hektare sawah terendam dengan intensitas bervariasi.
Upaya Penanganan dan Koordinasi Pemerintah Daerah
Menanggapi situasi ini, Pemerintah Kabupaten Sanggau telah mengalokasikan bantuan pangan kepada petani terdampak dan menyiapkan benih untuk musim tanam ulang. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat turut berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk mengajukan klaim asuransi pertanian bagi petani yang sawahnya mengalami gagal panen. Banjir tahun ini disebut sebagai yang terparah dalam lima tahun terakhir di Sanggau, sehingga diperlukan langkah strategis untuk memulihkan sektor pertanian sekaligus memperkuat sistem mitigasi bencana. Sebagai catatan strategis, pemerintah daerah disarankan untuk melakukan pemetaan ulang daerah rawan banjir di wilayah Sanggau dan mempercepat realisasi bantuan benih serta akses kredit usaha tani guna menjaga ketahanan pangan jangka panjang. Langkah ini penting untuk mengurangi risiko bencana pertanian serupa di masa depan dan memastikan stabilitas pasokan pangan di Kabupaten Sanggau.