|  Indonesia, WIB
Beranda › Nasional › BNPB Laporkan 23 Kabupaten di Jawa Barat Rawan Longsor Akibat Cur...
Nasional

BNPB Laporkan 23 Kabupaten di Jawa Barat Rawan Longsor Akibat Curah Hujan Tinggi

BNPB Laporkan 23 Kabupaten di Jawa Barat Rawan Longsor Akibat Curah Hujan Tinggi

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan 23 kabupaten/kota di Jawa Barat rawan longsor akibat curah hujan tinggi di atas 150 mm per hari. Wilayah siaga tinggi mencakup Bogor, Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, dan Majalengka, dengan 87 desa rentan telah dipetakan BPBD. Pemerintah daerah diimbau mengaktifkan posko tanggap darurat dan melakukan evakuasi mandiri, sementara longsor susulan di Kecamatan Cisarua menutup akses jalan dan merusak satu rumah.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada 3 November 2026 mengeluarkan laporan resmi yang menyatakan bahwa 23 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat masuk dalam kategori rawan tinggi terhadap bencana tanah longsor. Laporan ini didasarkan pada data citra satelit dan pemantauan lapangan selama pekan terakhir Oktober 2026, yang menunjukkan peningkatan curah hujan di atas 150 mm per hari di sejumlah wilayah. Kondisi ini memperkuat proyeksi kerawanan wilayah yang telah dipetakan oleh BNPB bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, terutama di kawasan lereng dan perbukitan.

Pemetaan Kerawanan dan Wilayah Prioritas

Berdasarkan laporan BNPB, daerah yang masuk kategori siaga tinggi meliputi:

  • Kabupaten Bogor
  • Kabupaten Sukabumi
  • Kabupaten Cianjur
  • Kabupaten Garut
  • Kabupaten Tasikmalaya
  • Kabupaten Majalengka

Khusus untuk Kabupaten Bogor, titik rawan terkonsentrasi di lereng Gunung Salak dan kawasan Puncak yang dikenal memiliki kontur tanah labil. BPBD Jawa Barat telah memetakan sebanyak 87 desa yang paling rentan terhadap longsor di seluruh provinsi. Data ini menjadi acuan utama dalam penempatan personel dan logistik tanggap darurat. Pemetaan kerawanan wilayah dilakukan secara periodik untuk mengantisipasi perubahan kondisi cuaca yang dinamis selama musim hujan.

Respons Pemerintah Daerah dan Imbauan Tanggap Darurat

BNPB mengimbau seluruh pemerintah daerah di Jawa Barat untuk segera mengaktifkan posko tanggap darurat di setiap kabupaten/kota yang masuk zona merah. Selain itu, masyarakat diimbau melakukan evakuasi mandiri jika tanda-tanda longsor mulai terlihat, seperti retakan tanah, pohon miring, atau aliran air yang tiba-tiba berubah. Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui BPBD telah menyiapkan tim reaksi cepat yang akan diterjunkan pada 4 November 2026 ke lokasi-lokasi prioritas. Tim tersebut akan melakukan asesmen kerusakan, evakuasi warga, dan membuka akses jalan yang terdampak.

Pada hari yang sama, tepatnya pukul 03.00 WIB, terjadi longsor susulan di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Kejadian ini menutup akses jalan utama selama dua jam dan mengakibatkan satu unit rumah warga rusak. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun material longsoran masih menyisakan ancaman susulan jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi. Peristiwa ini menegaskan urgensi kesiapsiagaan di titik-titik rawan yang telah dipetakan sebelumnya.

Secara strategis, rekomendasi bagi pemerintah daerah adalah mengintegrasikan data pemetaan kerawanan wilayah dari BNPB dengan sistem peringatan dini berbasis komunitas. Selain itu, penguatan infrastruktur mitigasi seperti talud, drainase, dan terasering di daerah lereng perlu dipercepat. Kolaborasi lintas sektor antara BPBD, Dinas Pekerjaan Umum, dan Dinas Sosial juga krusial untuk memastikan respons tanggap darurat berjalan efektif. Pemerintah kabupaten/kota diharapkan tidak hanya mengandalkan evakuasi reaktif, tetapi juga merancang program relokasi bagi permukiman yang berada di zona sangat rawan longsor guna mengurangi risiko bencana secara permanen.

Entitas dalam Berita
Organisasi: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BPBD, Pemerintah Provinsi Jawa Barat
Lokasi: Jawa Barat, Kabupaten Bogor, Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, Majalengka, Gunung Salak, Puncak, Kecamatan Cisarua
Berita Terkait