|  Indonesia, WIB
Beranda › Analisis › BNPB Catat Karhutla di Riau Menurun Drastis, Namun Fokus Pemetaan...
Analisis

BNPB Catat Karhutla di Riau Menurun Drastis, Namun Fokus Pemetaan Titik Api Masih Diperkuat

BNPB Catat Karhutla di Riau Menurun Drastis, Namun Fokus Pemetaan Titik Api Masih Diperkuat

Penurunan luas karhutla di Riau mencapai 80 persen dengan 12 titik api terpantau di Rokan Hilir, Dumai, dan Bengkalis. BNPB bersama pemerintah daerah terus memperkuat pemetaan lahan gambut di empat kecamatan rawan menggunakan teknologi heat detection. Status waspada masih berlaku mengingat ancaman El Niño moderat hingga awal 2027, sehingga evaluasi mingguan dan pengaktifan posko desa menjadi prioritas.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan penurunan signifikan luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau hingga 80 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Data yang dipaparkan Deputi Pencegahan BNPB, Letjen TNI (Purn) M. Heri Setiawan, menunjukkan titik api pada tanggal 30 Oktober 2026 terpantau sebanyak 12 titik yang tersebar di Kabupaten Rokan Hilir, Kota Dumai, dan Kabupaten Bengkalis. Melalui videoconference, Pj Gubernur Riau, Arief Rahmat, mengapresiasi upaya TNI-Polri dan Manggala Agni dalam penegakan hukum serta patroli terpadu. Meskipun terjadi penurunan, BNPB menekankan pentingnya pemetaan lahan gambut di empat kecamatan rawan, yaitu Mandau, Bukit Batu, dan Siak Kecil. Tim udara dengan teknologi heat detection telah ditempatkan untuk memberikan dukungan data real-time kepada pemerintah daerah.

Penurunan Signifikan Karhutla dan Pemetaan Titik Api di Riau

Berdasarkan data BNPB, realisasi penurunan karhutla di Riau mencapai 80 persen berkat sinergi antara TNI, Polri, Manggala Agni, dan pemda setempat. Namun, keberadaan 12 titik api yang masih terdeteksi menunjukkan bahwa kewaspadaan tidak boleh kendur. Pemetaan lahan gambut menjadi prioritas utama mengingat karakteristik lahan yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan. Empat kecamatan yang masuk kategori rawan, yaitu Mandau, Bukit Batu, dan Siak Kecil, menjadi fokus pengawasan dengan bantuan teknologi heat detection dari udara. Data real-time yang dihasilkan akan digunakan oleh pemerintah daerah untuk mengoptimalkan patroli dan penindakan hukum.

Berikut rincian fokus pemetaan karhutla di Riau:

  • Kabupaten Rokan Hilir: 5 titik api terpantau di area perkebunan dan lahan gambut.
  • Kota Dumai: 3 titik api ditemukan di sekitar kawasan konsesi dan pemukiman.
  • Kabupaten Bengkalis: 4 titik api tersebar di Kecamatan Mandau, Bukit Batu, dan Siak Kecil.
  • Tim udara dilengkapi sensor heat detection untuk memetakan titik panas secara akurat.

Faktor Penyebab dan Upaya Pencegahan di Tingkat Tapak

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Riau, Agus Supriyadi, mengungkapkan bahwa 80 persen titik api di Riau berasal dari aktivitas pembakaran lapangan oleh oknum warga. Hal ini mendorong pemerintah provinsi untuk menginstruksikan pamong desa mengaktifkan posko karhutla di tingkat desa. Posko tersebut berfungsi sebagai pusat koordinasi patroli, edukasi, dan pemantauan dini di wilayah rawan. Selain itu, Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) telah disiagakan di Bandara Pinang Kampai Dumai untuk mengantisipasi perluasan kebakaran akibat cuaca kering.

BNPB menegaskan bahwa kerawanan karhutla di Riau masih berstatus waspada, terutama karena fenomena El Niño moderat diprediksi berlanjut hingga awal 2027. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan setiap minggu bersama seluruh pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan respons cepat terhadap setiap peningkatan titik api. Langkah pemetaan yang diperkuat dengan teknologi heat detection diharapkan mampu memberikan peringatan dini yang lebih akurat kepada pemangku kepentingan.

Catatan strategis: Pemerintah daerah disarankan untuk memperkuat regulasi larangan pembakaran lahan di tingkat desa serta mengintensifkan sosialisasi kepada petani dan pemilik lahan. Sinergi antara aparat, Manggala Agni, dan BNPB perlu terus dipertahankan guna mencegah lonjakan karhutla di musim kemarau panjang. Pemetaan titik api secara real-time harus diintegrasikan dengan sistem peringatan dini yang terhubung ke posko desa agar respons penanggulangan dapat dilakukan secara lebih cepat dan terukur.

Entitas dalam Berita
Tokoh: M. Heri Setiawan, Arief Rahmat, Agus Supriyadi
Organisasi: BNPB, TNI-Polri, Manggala Agni, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Riau
Lokasi: Riau, Kabupaten Rokan Hilir, Dumai, Bengkalis, Mandau, Bukit Batu, Siak Kecil, Bandara Pinang Kampai Dumai
Berita Terkait