|  Indonesia, WIB
Beranda › Nasional › BNPB: 1.481 Hektare Lahan Masih Terbakar di Sejumlah Wilayah
Nasional

BNPB: 1.481 Hektare Lahan Masih Terbakar di Sejumlah Wilayah

BNPB: 1.481 Hektare Lahan Masih Terbakar di Sejumlah Wilayah
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan hingga Rabu, 21 Oktober 2026, luas lahan yang masih terbakar mencapai sekitar 1.481 hektare di berbagai wilayah Indonesia. Area ini tersebar di enam provinsi prioritas penanganan karhutla, yaitu Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Riau. Dari total target penanganan seluas lebih dari 983 hektare di wilayah prioritas tersebut, lebih dari 502 hektare telah dipadamkan, namun lebih dari 481 hektare masih dalam proses pemadaman. Provinsi Kalimantan Tengah mencatat area terbakar terluas yang belum padam, yakni lebih dari 321 hektare, disusul Sumatera Selatan dengan lebih dari 84 hektare. Di luar enam provinsi prioritas, karhutla tercatat terjadi di area lebih dari 1.044 hektare. Dari luas tersebut, sekitar 1.000 hektare masih belum padam dan tersebar di berbagai wilayah mulai dari Kalimantan Timur hingga Maluku Utara. Operasi penanganan melibatkan satuan tugas darat dan udara dengan total pengerahan 71.878 personel di enam provinsi prioritas, termasuk tambahan lebih dari 11 ribu personel khususnya di Kalimantan Tengah. Dukungan peralatan pemadaman seperti pompa air dan alat pelindung diri telah disediakan bagi kelompok pemadam di tingkat kabupaten. Dukungan udara untuk operasi pemadaman juga ditingkatkan. Armada helikopter untuk water bombing dan patroli bertambah dari 49 menjadi 51 unit. Pada Rabu, 21 Oktober 2026, operasi modifikasi cuaca (OMC) dilaksanakan di Kalimantan Barat (1 sorti), Kalimantan Tengah (6 sorti), dan Sumatera Selatan (3 sorti) dengan menebar bahan seperti garam dan dry ice. Pelaksanaan OMC di Jambi tidak dilakukan karena kondisi awan kurang mendukung, sementara pesawat dari Riau dan Kalimantan Selatan dialihkan untuk mendukung operasi di provinsi tetangga.
Berita Terkait