Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan prakiraan cuaca untuk hari Minggu, 1 November 2026, yang menyebutkan bahwa sebanyak 28 wilayah di Indonesia berpotensi mengalami hujan. Prakirawan BMKG Afif S menjelaskan bahwa kondisi atmosfer saat ini dipengaruhi oleh keberadaan bibit Siklon Tropis 91B yang terpantau di Teluk Benggala. Bibit siklon tersebut diprakirakan akan bergerak ke arah barat-barat laut dalam 24 jam ke depan dengan peningkatan intensitas, sehingga berdampak pada pola cuaca di sejumlah daerah. Informasi ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk melakukan antisipasi dini terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan banjir bandang.
Distribusi Wilayah Terdampak Hujan
Berdasarkan rincian prakiraan BMKG, wilayah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang meliputi tiga kota, yaitu Serang (Banten), Bandung (Jawa Barat), dan Mamuju (Sulawesi Barat). Sementara itu, untuk intensitas hujan ringan, sejumlah kota di lintas provinsi diprakirakan akan merasakan dampaknya. Berikut adalah daftar wilayah yang perlu diwaspadai:
- Pulau Sumatera: Banda Aceh, Medan, Padang, Pekanbaru, Jambi, Palembang, dan Bandar Lampung berpotensi hujan ringan.
- Pulau Kalimantan: Pontianak, Palangkaraya, dan Tanjung Selor diprakirakan mengalami hujan ringan, sementara Banjarmasin berpotensi udara kabur dan Samarinda diselimuti asap atau kabut.
- Pulau Sulawesi: Mamuju berpotensi hujan sedang, sedangkan Palu, Gorontalo, dan Manado diprakirakan hujan ringan.
Potensi Gelombang Tinggi dan Imbauan Keselamatan
Selain prakiraan hujan, BMKG juga mengeluarkan peringatan terkait potensi gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah perairan Indonesia. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh nelayan dan pengguna transportasi laut karena dapat mengganggu operasional pelayaran dan aktivitas perikanan. Pemerintah daerah di wilayah pesisir diimbau untuk menyosialisasikan peringatan ini kepada komunitas nelayan dan operator kapal guna mengurangi risiko kecelakaan akibat cuaca ekstrem.
Catatan Strategis untuk Pemerintah Daerah
Menyikapi prakiraan cuaca ini, pemerintah daerah di 28 wilayah terdampak disarankan untuk mengaktifkan sistem peringatan dini (early warning system) dan menyiapkan sumber daya tanggap darurat. Koordinasi dengan BPBD setempat menjadi krusial, terutama di daerah yang diprakirakan mengalami hujan sedang seperti Serang, Bandung, dan Mamuju. Selain itu, untuk menekan dampak gelombang tinggi, pemerintah daerah perlu memetakan zona rawan dan menyediakan jalur evakuasi apabila diperlukan. Langkah antisipatif ini diharapkan dapat meminimalkan risiko kerugian jiwa dan material akibat potensi bencana hidrometeorologi.