Tanah longsor terjadi di Desa Pekuncen, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah, pada Jumat, 31 Oktober 2026, dini hari. Bencana tanah longsor ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam, mengakibatkan material longsor menimpa 15 unit rumah warga. Berdasarkan laporan sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara, insiden ini mengakibatkan 3 orang meninggal dunia dan 7 orang lainnya mengalami luka-luka. Tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan telah berhasil mengevakuasi seluruh korban ke tempat aman.
Kronologi dan Dampak Bencana di Banjarnegara
Peristiwa tanah longsor di Banjarnegara ini terjadi sekitar pukul 02.00 WIB saat sebagian besar warga masih tertidur. Material longsor yang berasal dari lereng curam di bagian hulu Desa Pekuncen langsung menimpa pemukiman padat penduduk. Data dari Posko Tanggap Darurat mencatat bahwa 15 rumah rusak berat, dengan rincian beberapa rumah tertimbun material hingga atap. Korban jiwa terdiri dari dua orang dewasa dan satu anak-anak, sementara tujuh luka-luka telah dilarikan ke Puskesmas Sigaluh dan RSUD Banjarnegara. Hingga siang hari, BPBD bersama relawan masih melakukan pendataan dan pembersihan area terdampak.
- Lokasi bencana: Desa Pekuncen, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah
- Jumlah rumah terdampak: 15 unit
- Korban meninggal: 3 orang
- Korban luka: 7 orang
- Waktu kejadian: Jumat, 31 Oktober 2026, pukul 02.00 WIB
- Status tanggap darurat: 7 hari, terhitung sejak 31 Oktober 2026
Penyebab dan Respons Pemerintah Daerah
Berdasarkan hasil investigasi awal oleh BPBD dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tanah longsor di Banjarnegara ini dipicu oleh dua faktor utama: kemiringan lereng yang curam di kawasan perbukitan Sigaluh serta alih fungsi lahan di bagian hulu yang mengurangi daya serap tanah. Pemerintah Kabupaten Banjarnegara melalui Surat Keputusan Bupati telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 7 hari. Langkah ini diambil untuk mempercepat penanganan darurat, termasuk penyaluran bantuan logistik seperti makanan, selimut, dan perlengkapan dapur ke lokasi pengungsian di balai desa setempat. Ratusan warga terpaksa mengungsi karena rumah mereka tidak layak huni sementara.
Sebagai bagian dari respons cepat, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara juga mengerahkan alat berat untuk membersihkan material longsor yang menutup akses jalan menuju Desa Pekuncen. Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan setempat telah mendirikan posko pelayanan kesehatan serta dapur umum untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi. BNPB mencatat bahwa bencana tanah longsor ini merupakan salah satu dari serangkaian kejadian serupa di Jawa Tengah pada musim hujan tahun 2026. Oleh karena itu, koordinasi lintas sektor antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan relawan menjadi kunci dalam penanganan darurat.
Catatan strategis untuk Pemerintah Daerah Kabupaten Banjarnegara: Peristiwa tanah longsor di Kecamatan Sigaluh ini menegaskan urgensi penguatan sistem peringatan dini berbasis komunitas di wilayah rawan longsor. Selain itu, perlu dilakukan peninjauan ulang terhadap izin alih fungsi lahan di kawasan hulu serta penguatan regulasi tata ruang yang melarang pembangunan pemukiman di lereng curam. Rekomendasi ini sejalan dengan Peraturan Daerah tentang Penanggulangan Bencana dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Banjarnegara yang perlu dioptimalkan implementasinya guna mengurangi risiko bencana serupa di masa mendatang.