|  Indonesia, WIB
Beranda › Nasional › Aktivitas Awan Panas Gunung Semeru Meningkat, Status Waspada
Nasional

Aktivitas Awan Panas Gunung Semeru Meningkat, Status Waspada

Aktivitas Awan Panas Gunung Semeru Meningkat, Status Waspada

PVMBG menaikkan status Gunung Semeru menjadi Siaga (Level III) sejak 2 November 2026 pukul 06.00 WIB akibat peningkatan kegempaan vulkanik dan luncuran awan panas ke arah Besuk Kobokan dan Besuk Bang. Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama BPBD Jawa Timur menyiagakan posko pengungsian di Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro, serta memprioritaskan evakuasi dini di Desa Supiturang dan Desa Ranupani, Kecamatan Senduro. Hingga berita ini diturunkan, belum ada korban jiwa, namun radius larangan aktivitas diperluas menjadi delapan kilometer dari puncak.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) secara resmi meningkatkan status Gunung Semeru dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) terhitung sejak 2 November 2026 pukul 06.00 WIB. Peningkatan status ini dipicu oleh lonjakan signifikan aktivitas vulkanik yang terekam melalui gempa vulkanik dalam dan luncuran awan panas ke arah Besuk Kobokan serta Besuk Bang. Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama BPBD Provinsi Jawa Timur langsung merespons dengan menyiagakan posko darurat di Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro. Hingga sore hari, belum ada laporan korban jiwa, namun radius bahaya diperluas menjadi delapan kilometer dari puncak.

Analisis Aktivitas Vulkanik dan Rekomendasi PVMBG

Berdasarkan data pemantauan PVMBG, peningkatan status Gunung Semeru didasarkan pada rekaman kegempaan vulkanik yang menunjukkan peningkatan energi magmatik di bawah tubuh gunung. Luncuran awan panas terpantau bergerak ke arah tenggara dan selatan, tepatnya menuju aliran Kali Besuk Kobokan dan Kali Besuk Bang. Material vulkanik yang terhempas berpotensi mengancam permukiman di lereng bawah, terutama di Desa Supiturang dan Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Rekomendasi teknis yang dikeluarkan PVMBG meliputi:

  • Larangan total aktivitas masyarakat dalam radius delapan kilometer dari puncak Gunung Semeru.
  • Kewaspadaan terhadap luncuran awan panas, guguran lava, dan lontaran batu pijar.
  • Pemantauan ketat terhadap material vulkanik di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Semeru guna mengantisipasi lahar hujan saat musim hujan.

Pemerintah daerah diminta segera menyosialisasikan status siaga ini kepada seluruh warga yang bermukim di zona rawan bencana, khususnya di Kecamatan Pronojiwo, Candipuro, dan Senduro.

Langkah Kesiapsiagaan Pemerintah Daerah dan Evakuasi Warga

Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama BPBD Jawa Timur telah mengaktifkan posko pengungsian di wilayah Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro sebagai langkah antisipasi jika terjadi eskalasi erupsi. Dua desa di Kecamatan Senduro, yaitu Desa Supiturang dan Desa Ranupani, menjadi prioritas evakuasi dini karena berada dalam jarak kurang dari delapan kilometer dari puncak. Data terbaru menunjukkan bahwa akses jalan menuju kedua desa masih dapat dilalui, namun pihak berwenang menyiagakan armada evakuasi dan personel SAR gabungan. Selain itu, pemantauan aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru dilakukan secara berkala untuk mendeteksi potensi lahar hujan yang dapat terjadi akibat material vulkanik yang terendapkan dan tercuci air hujan. BPBD juga mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di sepanjang bantaran sungai yang berhulu di Semeru, seperti Kali Besuk Kobokan, Kali Besuk Bang, dan Kali Besuk Semut.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di lapangan relatif terkendali. Belum ada laporan pengungsian massal karena status siaga masih bersifat preventif. Namun, pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk dengan TNI/Polri, Satpol PP, dan relawan kebencanaan. Logistik dan kebutuhan dasar bagi pengungsi potensial telah disiapkan di dua titik posko utama. Masyarakat diimbau tetap tenang dan mengikuti arahan petugas, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Catatan strategis bagi Pemerintah Daerah: Peningkatan status Gunung Semeru menjadi Level III menuntut kesiapsiagaan maksimal pada aspek evakuasi dan mitigasi struktural. Mengingat karakteristik erupsi Semeru yang erupsi magmatik dan efusif secara bergantian, diperlukan pemutakhiran peta rawan bencana secara berkala serta penguatan sistem peringatan dini berbasis masyarakat di Kecamatan Pronojiwo, Candipuro, dan Senduro. Kolaborasi dengan PVMBG dan BNPB untuk simulasi evakuasi skala penuh perlu dijadwalkan ulang dalam waktu dekat. Selain itu, pembangunan infrastruktur perlindungan seperti tembok penahan lahar dan jalur evakuasi alternatif harus menjadi prioritas dalam rencana tata ruang wilayah Kabupaten Lumajang, khususnya di kawasan penyangga Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Entitas dalam Berita
Organisasi: Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Pemerintah Kabupaten Lumajang, BPBD Provinsi Jawa Timur
Lokasi: Gunung Semeru, Besuk Kobokan, Besuk Bang, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, Kecamatan Pronojiwo, Kecamatan Candipuro, Kecamatan Senduro, Desa Supiturang, Desa Ranupani
Berita Terkait