|  Indonesia, WIB
Beranda › Regional › Transisi Musim Penghujan, 350 Personel Gabungan Disiagakan Hadapi...
Regional

Transisi Musim Penghujan, 350 Personel Gabungan Disiagakan Hadapi Bencana di Kota Batu

Transisi Musim Penghujan, 350 Personel Gabungan Disiagakan Hadapi Bencana di Kota Batu

Pemerintah Kota Batu menyiagakan 350 personel gabungan dari Forkopimda dan unsur terkait dalam menghadapi transisi musim penghujan. Langkah ini bertujuan mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang di kawasan rawan. Pemetaan wilayah dan koordinasi lintas sektor menjadi prioritas utama dalam upaya mitigasi dini di Kota Batu, Jawa Timur.

Menghadapi periode peralihan musim kemarau ke musim penghujan, Pemerintah Kota Batu bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan berbagai unsur terkait meningkatkan status kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Sebanyak 350 personel gabungan disiagakan di Kota Batu, Jawa Timur, untuk mengantisipasi ancaman banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Langkah ini ditandai dengan Apel Kesiapan Personel dan Pengecekan Peralatan SAR Tanggap Bencana yang digelar di Rest Area Jalibar, Desa Oro-Oro Ombo, sebagai bentuk komitmen bersama dalam mitigasi dini.

Pengerahan Personel dan Pemetaan Kawasan Rawan di Kota Batu

Kapolres Batu, AKBP Panji Gedhe Prabawa, menegaskan bahwa kondisi geografis Kota Batu yang berada di daerah pegunungan dan lereng menjadikan wilayah ini sangat rentan terhadap bencana hidrometeorologi. Personel yang disiagakan berasal dari unsur Forkopimda, Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Tagana, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Kodim, Koramil, hingga Perhutani. Pemetaan kerawanan telah dilakukan secara terpadu, dengan fokus utama pada kawasan yang memiliki riwayat kejadian bencana tinggi.

  • Kawasan Petak 18: Telah dilakukan mitigasi langsung oleh Administratur Perhutani Malang bersama TNI, Polri, dan masyarakat setempat.
  • Kawasan Kali Krecek: Antisipasi difokuskan pada inisiatif masyarakat untuk pengelolaan aliran sungai dan pemantauan debit air.
  • Wilayah lereng dan perbukitan: Menjadi prioritas pengawasan longsor, terutama saat intensitas hujan meningkat.

Koordinasi Lintas Sektor dan Langkah Mitigasi

Pemerintah Kota Batu terus mengoptimalkan koordinasi rutin antara BPBD dan instansi terkait melalui kegiatan susur sungai. Upaya ini bertujuan untuk mengantisipasi luapan air sungai yang berpotensi menyebabkan banjir bandang. Selain itu, pengecekan peralatan SAR, seperti perahu karet, pompa air, dan alat komunikasi, dilakukan secara berkala untuk memastikan kesiapan operasional. Keterlibatan masyarakat dalam setiap tahap mitigasi menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko bencana hidrometeorologi di Kota Batu.

Sebagai catatan strategis, Pemerintah Daerah Kota Batu direkomendasikan untuk memperkuat sistem peringatan dini berbasis komunitas di setiap desa rawan. Integrasi data kerawanan dari BPBD dengan peta digital perlu diperbarui secara real-time agar respons terhadap kejadian bencana dapat dilakukan lebih cepat. Selain itu, peningkatan kapasitas personel melalui pelatihan tanggap darurat secara periodik sangat diperlukan untuk menjaga kesiapsiagaan menghadapi ancaman yang semakin kompleks akibat perubahan iklim.

Entitas dalam Berita
Tokoh: Panji Gedhe Prabawa
Organisasi: Polres Batu, Forkopimda, Basarnas, BPBD, Tagana, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Kodim, Koramil, Perhutani, TNI, Polri, Pemerintah Kota Batu
Lokasi: Kota Batu, Jawa Timur, Rest Area Jalibar, Desa Oro-Oro Ombo, Petak 18, Kali Krecek, Malang
Berita Terkait