|  Indonesia, WIB
Beranda › Regional › Tim Gabungan Kendalikan Karhutla di Dua Desa, Pulau Taliabu
Regional

Tim Gabungan Kendalikan Karhutla di Dua Desa, Pulau Taliabu

Tim Gabungan Kendalikan Karhutla di Dua Desa, Pulau Taliabu

Tim gabungan terus melakukan pemadaman karhutla di Desa Salati dan Desa Nggele, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, dengan enam titik api teridentifikasi. Kerusakan lahan mencapai 42,5 hektare di Desa Salati dan pipa PDAM terganggu. Masyarakat diimbau waspada dan pemerintah daerah disarankan mengoptimalkan sistem peringatan dini.

Tim gabungan yang terdiri dari Kepolisian Resor Pulau Taliabu, unsur TNI, Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Taliabu, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), serta masyarakat setempat terus melaksanakan upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut. Peristiwa karhutla ini terjadi di dua desa, yaitu Desa Salati dan Desa Nggele, yang berada di Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara. Berdasarkan hasil identifikasi di lapangan, total ditemukan enam titik api yang tersebar di kedua desa tersebut. Hingga saat ini, proses pemadaman masih terus dilakukan oleh tim gabungan guna mencegah meluasnya kerusakan lahan dan dampak lingkungan.

Pemetaan Titik Api dan Dampak Kerusakan di Wilayah Terdampak

Berdasarkan data sementara yang dihimpun dari lokasi kejadian, enam titik api teridentifikasi dengan rincian sebagai berikut:

  • Desa Salati: Empat titik api berada di Gunung Gabungan, Manatahan, Dusun, dan Pasir Putih.
  • Desa Nggele: Dua titik api, termasuk di kawasan Gunung Pulo-Pulo.

Upaya pemadaman, pendinginan, dan pemantauan masih terus berlangsung di lapangan. Kondisi kebakaran secara umum mulai menunjukkan penurunan, namun hembusan angin kencang di wilayah tersebut berpotensi menyebabkan api kembali membesar dan merambat ke area lain. Pendataan sementara menunjukkan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerusakan yang ditimbulkan cukup signifikan. Di Desa Salati, estimasi luas lahan terbakar mencapai sekitar 42,5 hektare, dengan 3.826 pohon cengkeh milik warga terdampak. Sementara itu, data kerusakan di Desa Nggele masih dalam proses pendataan lebih lanjut oleh tim gabungan.

Dampak pada Infrastruktur dan Imbauan Kewaspadaan

Salah satu dampak signifikan dari karhutla ini adalah terganggunya jaringan pipa milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Desa Salati. Akibat kerusakan tersebut, aliran air bersih untuk kebutuhan masyarakat setempat mengalami gangguan. Menyikapi situasi ini, Kepolisian Resor Pulau Taliabu mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, seperti membuka lahan dengan cara membakar, terutama di tengah kondisi angin kencang yang masih melanda wilayah setempat. Tim gabungan akan terus melakukan pemantauan dan penanganan hingga situasi benar-benar aman dan terkendali.

Sebagai catatan strategis, Pemerintah Daerah Kabupaten Pulau Taliabu disarankan untuk segera mengoptimalkan sistem peringatan dini karhutla serta memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penanganan darurat. Selain itu, perlu dilakukan pemulihan infrastruktur pipa PDAM yang terdampak guna menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Upaya rehabilitasi lahan pascakebakaran juga perlu direncanakan untuk mencegah kerusakan lingkungan lebih lanjut di masa mendatang.

Entitas dalam Berita
Organisasi: Kepolisian Resor Pulau Taliabu, TNI, Pemerintah Daerah, Damkar, PDAM
Lokasi: Pulau Taliabu, Maluku Utara, Desa Salati, Desa Nggele, Gunung Gabungan, Manatahan, Dusun, Pasir Putih, Gunung Pulo-Pulo
Berita Terkait