|  Indonesia, WIB
Beranda › Regional › Rawan Longsor di Cianjur Selatan, PVMBG Temukan 23 Titik Gerakan...
Regional

Rawan Longsor di Cianjur Selatan, PVMBG Temukan 23 Titik Gerakan Tanah Baru

Rawan Longsor di Cianjur Selatan, PVMBG Temukan 23 Titik Gerakan Tanah Baru

PVMBG menemukan 23 titik gerakan tanah baru di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terutama di Kecamatan Cibinong, Tanggeung, dan Pagelaran, sehingga total mencapai 207 titik rawan longsor. Pemerintah daerah melalui BPBD telah menyiapkan pengungsian dan rencana pembangunan infrastruktur penahan tanah, serta merekomendasikan relokasi 15 keluarga di zona merah. Langkah mitigasi non-struktural seperti pemasangan alat peringatan dini dan pengaktifan desa tangguh bencana perlu segera diimplementasikan untuk mengurangi risiko bencana longsor di wilayah tersebut.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merilis hasil pemetaan gerakan tanah terbaru di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang mengidentifikasi sebanyak 23 titik rawan longsor tambahan di Kecamatan Cibinong, Tanggeung, dan Pagelaran. Temuan ini merupakan tindak lanjut dari bencana longsor yang terjadi pada 4 Oktober 2026 di Desa Cikosan, yang merusak ruas jalan provinsi dan mengancam pemukiman warga. Berdasarkan data PVMBG, total akumulasi titik rawan longsor di wilayah Cianjur kini mencapai 207 titik dengan tingkat kerentanan menengah hingga tinggi. Penyebab utama dominan adalah intensitas hujan tinggi yang terus mengguyur kawasan selatan Cianjur, serta kondisi tanah lapukan gunung api yang bersifat labil dan mudah bergerak.

Pemetaan dan Sebaran Titik Rawan Longsor di Cianjur Selatan

Pemetaan yang dilakukan PVMBG menunjukkan bahwa 23 titik baru tersebut tersebar secara spesifik di tiga kecamatan rawan bencana, yaitu:

  • Kecamatan Cibinong: 9 titik dengan kerentanan tinggi di Desa Cikosan, Desa Cibinong, dan Desa Sukamulya.
  • Kecamatan Tanggeung: 8 titik dengan kerentanan menengah hingga tinggi di Desa Tanggeung, Desa Bojongpetir, dan Desa Cilongsong.
  • Kecamatan Pagelaran: 6 titik dengan kerentanan tinggi di Desa Pagelaran, Desa Sukamaju, dan Desa Karangharja.

Kepala PVMBG, Bapak Ahmad Suhaimi, menyatakan bahwa kondisi tanah di kawasan ini sangat rentan terhadap pergerakan, terutama saat musim hujan. “Kami mencatat retakan tanah baru di beberapa titik, terutama di Kampung Cimanggu RT 004/006, yang memerlukan penanganan segera,” ujarnya. Data ini menjadi dasar rekomendasi agar pemerintah daerah segera melakukan langkah mitigasi struktural dan non-struktural untuk mengurangi risiko bencana.

Rekomendasi dan Langkah Penanganan Pemerintah Daerah

Menindaklanjuti temuan PVMBG, Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menyiapkan respons cepat. Bupati Cianjur, H. Doni Setiawan, menargetkan pembangunan jalan tanggul dan dinding penahan tanah di tiga kecamatan tersebut dimulai pada pekan depan dengan anggaran dari belanja tidak terduga (BTT). Selain itu, sebanyak 15 keluarga yang bermukim di zona merah, khususnya di Kampung Cimanggu, direkomendasikan untuk segera direlokasi. BPBD Cianjur telah menyediakan 4 titik pengungsian yang mampu menampung hingga 200 kepala keluarga (KK), lengkap dengan perlengkapan logistik dan peralatan evakuasi seperti mobil pick-up dan ekskavator mini. Dalam upaya peringatan dini, sebanyak 30 alat peringatan dini sederhana berbasis masyarakat akan dipasang bersama Palang Merah Indonesia (PMI). Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar lereng yang menunjukkan tanda-tanda retakan, serta segera melaporkan setiap perubahan kondisi tanah kepada perangkat desa.

Catatan strategis bagi pemerintah daerah: Pengaktifan desa tangguh bencana di kawasan rawan longsor, khususnya di Kecamatan Cibinong, Tanggeung, dan Pagelaran, menjadi langkah prioritas untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat. Selain itu, percepatan relokasi warga dari zona merah serta peningkatan infrastruktur penahan tanah harus diimbangi dengan sosialisasi rutin dan simulasi evakuasi. Pemerintah daerah juga perlu mengintegrasikan data pemetaan PVMBG ke dalam rencana tata ruang wilayah (RTRW) untuk mencegah pembangunan di area berisiko tinggi bencana longsor di masa mendatang.

Entitas dalam Berita
Tokoh: Ahmad Suhaimi, Doni Setiawan
Organisasi: PVMBG, BPBD Cianjur, PMI
Lokasi: Cianjur, Jawa Barat, Cibinong, Tanggeung, Pagelaran, Cikosan, Cimanggu
Berita Terkait