Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, mengambil langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana geologi akibat peningkatan aktivitas seismik gunung api laut di perairan wilayahnya. Langkah ini merupakan respons terhadap laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang mencatat adanya anomali suhu permukaan laut dan gempa vulkanik dangkal di sekitar kawasan tersebut. Sebagai bentuk antisipasi dini, Pemkab Manggarai Barat menyiapkan posko pengungsian dan menyusun rencana kontinjensi guna meminimalkan risiko terhadap penduduk dan infrastruktur daerah.
Antisipasi dan Koordinasi Daerah
Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, memimpin rapat koordinasi lintas sektor yang melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, TNI, dan Polri. Hasil pertemuan menetapkan penyiapan sepuluh lokasi posko pengungsian di dataran tinggi yang dinilai aman dari jangkauan gelombang tsunami. Setiap posko dilengkapi dengan logistik dasar, tenda, fasilitas sanitasi, dan tim medis siaga. Langkah ini menjadi bagian dari strategi kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi ancaman gunung api laut yang berpotensi menimbulkan bencana geologi di kawasan pesisir.
Wilayah pesisir yang menjadi prioritas penanganan meliputi tiga kecamatan dengan kerentanan tinggi:
- Kecamatan Komodo
- Kecamatan Sano Nggoang
- Kecamatan Lembor
Pemetaan Kerawanan dan Sosialisasi Masyarakat
Pemkab Manggarai Barat juga menginstruksikan sosialisasi rutin kepada masyarakat pesisir, terutama nelayan, mengenai tanda-tanda awal bahaya dan jalur evakuasi menuju titik kumpul. Sistem peringatan dini berbasis sirine dan komunikasi radio telah diuji coba di ketiga kecamatan rawan tersebut. Rencana kontinjensi ini merupakan bagian dari upaya pemetaan kerawanan multi ancaman (multi-hazard) di wilayah kepulauan yang memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana geologi. Dengan adanya pemetaan ini, pemerintah daerah dapat mengidentifikasi titik-titik rawan dan menyusun langkah mitigasi yang lebih terstruktur.
Catatan strategis untuk pemerintah daerah: Penguatan kapasitas tanggap darurat di tingkat kecamatan dan desa perlu menjadi prioritas, termasuk pelibatan aktif masyarakat dalam simulasi evakuasi berkala. Selain itu, koordinasi dengan badan meteorologi dan vulkanologi harus terus diperkuat guna memastikan informasi peringatan dini dapat diterima tepat waktu oleh seluruh elemen masyarakat di Manggarai Barat. Upaya ini akan memperkuat ketahanan daerah terhadap ancaman gunung api laut dan bencana geologi lainnya.