|  Indonesia, WIB
Beranda › Regional › Pemkab Banyuwangi Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi...
Regional

Pemkab Banyuwangi Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi di Kecamatan Licin, Songgon, dan Singojuruh

Pemkab Banyuwangi Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi di Kecamatan Licin, Songgon, dan Singojuruh

BPBD Banyuwangi memperkuat kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi di Kecamatan Licin, Songgon, dan Singojuruh menyusul hujan intensitas tinggi pada 2 November 2026. Asesmen lapangan mencatat longsor jalan paving di Licin, kandang kambing hanyut di Songgon, serta luapan Sungai Alasmalang di Singojuruh. Pemkab Banyuwangi memperkuat koordinasi lintas sektor dan kapasitas 43 desa/kelurahan tanggap bencana untuk mitigasi cuaca ekstrem.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memperkuat kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi di Kecamatan Licin, Songgon, dan Singojuruh. Langkah ini menyusul hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Senin dini hari, 2 November 2026. Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi, Partana, menyatakan bahwa berdasarkan rilis BMKG, secara administratif Banyuwangi masih berada pada periode musim kemarau. Namun, hujan dengan intensitas tinggi di wilayah hulu seperti Kecamatan Licin dan Songgon memicu peningkatan debit air sungai hingga meluap di sejumlah titik. Kondisi anomali cuaca tersebut ditetapkan sebagai indikator kerawanan wilayah yang harus diwaspadai, khususnya pada kawasan rawan banjir, tanah longsor, dan luapan sungai di jalur Daerah Aliran Sungai (DAS) prioritas.

Pemetaan Kerawanan Wilayah Berbasis Asesmen Lapangan

BPBD Banyuwangi melakukan asesmen lapangan untuk memetakan kerawanan wilayah secara akurat. Hasil asesmen mencatat kerusakan signifikan pada sejumlah titik terdampak di tiga kecamatan. Data tersebut menjadi basis pemetaan kerawanan wilayah yang perlu ditindaklanjuti dengan penguatan infrastruktur mitigasi di tingkat desa. Adapun rincian temuan lapangan sebagai berikut:

  • Kecamatan Licin: luapan air di Dusun Simacan mengakibatkan struktur penyangga jalan paving di tepi tebing mengalami longsor sepanjang sekitar 25 meter.
  • Kecamatan Songgon: peningkatan debit air Sungai Badeng menyebabkan satu bangunan kandang kambing hanyut terbawa arus.
  • Kecamatan Singojuruh: debit air Sungai Alasmalang meningkat hingga hampir menyentuh bagian bawah jembatan sekitar pukul 04.00 WIB, disertai luapan air ke kawasan permukiman dan lumpur di sejumlah gang jalan kampung.

Ketiga kecamatan tersebut berada pada jalur Daerah Aliran Sungai prioritas sehingga memerlukan perhatian berkelanjutan dalam penyusunan rencana penanggulangan bencana daerah. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menempatkan luapan sungai dan longsor sebagai risiko utama yang harus dimitigasi secara terstruktur, terutama pada permukiman padat di sekitar bantaran sungai. Pemetaan ini juga menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk menentukan prioritas intervensi infrastruktur mitigasi dan penguatan kapasitas masyarakat di kawasan rawan.

Penguatan Koordinasi Lintas Sektor dan Desa Tangguh Bencana

Untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem susulan, Pemkab Banyuwangi memperkuat kesiapsiagaan melalui koordinasi lintas sektor. Dibentuk tim kesiapsiagaan yang melibatkan organisasi perangkat daerah, kecamatan, desa, hingga unsur TNI/Polri. Selain itu, kesiapsiagaan diperkuat melalui pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana). Saat ini Banyuwangi telah memiliki 43 desa/kelurahan tanggap bencana yang berperan sebagai lini terdepan dalam pengurangan risiko di tingkat komunitas.

Tim kesiapsiagaan tersebut mendukung penanganan darurat yang mencakup evakuasi warga, pertolongan pertama pada kecelakaan, serta pengelolaan jalur evakuasi secara terstruktur. BPBD Banyuwangi menegaskan bahwa penguatan kapasitas desa menjadi kunci mengingat karakteristik cuaca ekstrem yang sulit diprediksi. Koordinasi lintas sektor diharapkan memastikan respons cepat terhadap potensi longsor, luapan sungai, dan genangan yang berdampak pada permukiman.

Catatan strategis: Pemerintah Kabupaten Banyuwangi perlu menjadikan hasil asesmen lapangan sebagai dasar penyusunan rencana kontingensi dan rencana penanggulangan bencana daerah, khususnya pada jalur DAS prioritas di Kecamatan Licin, Songgon, dan Singojuruh. Penguatan infrastruktur mitigasi, pemeliharaan jalur evakuasi, serta pendampingan berkelanjutan bagi desa/kelurahan tanggap bencana perlu diprioritaskan agar kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem, longsor, dan luapan sungai berjalan lebih terukur.

Entitas dalam Berita
Tokoh: Partana
Organisasi: BPBD Banyuwangi, BMKG, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, TNI/Polri
Lokasi: Banyuwangi, Jawa Timur, Kecamatan Licin, Kecamatan Songgon, Kecamatan Singojuruh, Dusun Simacan, Sungai Badeng, Sungai Alasmalang
Berita Terkait