Palangka Raya, Swara Teritori — Fenomena langit berwarna merah pekat secara mendadak melanda sejumlah wilayah Kalimantan Tengah pada Senin (21/9/2026) akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas. Peristiwa ini terekam melalui video warga yang beredar di media sosial, menunjukkan kabut asap tebal menghalangi sinar matahari dan hanya menyisakan spektrum cahaya merah. Perubahan warna langit mulai teramati sekitar pukul 10.30 WIB dan bertahan hingga matahari terbenam, memicu kepanikan warga karena beberapa titik kebakaran dilaporkan mendekati area permukiman. Insiden ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan pusat mengingat tingkat kerawanan lingkungan yang ekstrem di provinsi tersebut.
Lonjakan Titik Panas dan Sebaran Wilayah Terdampak
Berdasarkan data yang dihimpun hingga Jumat (18/9/2026), jumlah titik panas di Kalimantan Tengah melonjak signifikan dari 61 menjadi 166 titik, menjadikan provinsi ini yang tertinggi secara nasional dalam indikasi karhutla. Peningkatan ini mengungguli provinsi lain seperti Kalimantan Selatan dan Sumatera Selatan. Kondisi ini diperparah dengan kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah kabupaten, meskipun sempat terjadi perbaikan kualitas udara pada Minggu (20/9). Beberapa wilayah yang paling terdampak antara lain:
- Kabupaten Pulang Pisau — area gambut yang paling luas terbakar;
- Kabupaten Katingan — titik panas terkonsentrasi di lahan gambut dalam;
- Kota Palangka Raya — jarak pandang menurun hingga di bawah 100 meter;
- Kabupaten Kapuas — kebakaran mendekati kawasan permukiman dan perkebunan warga.
Kronologi Dampak dan Upaya Penanganan di Lapangan
Fenomena langit merah pekat ini merupakan akumulasi dari tingginya konsentrasi partikel asap yang menghamburkan cahaya matahari, menghasilkan hamburan Rayleigh yang menyisakan spektrum merah. Warga di sejumlah kecamatan melaporkan bau asap menyengat serta abu sisa pembakaran yang bertebaran hingga ke dalam rumah, mengganggu aktivitas transportasi dan kesehatan masyarakat. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Tengah bersama tim gabungan terus melakukan pemadaman, namun keterbatasan akses dan sumber daya menjadi kendala utama. Selain itu, pihak kepolisian dan TNI diterjunkan untuk mengidentifikasi pelaku pembakaran lahan yang diduga dilakukan secara disengaja oleh oknum tertentu.
Menyikapi kondisi ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah diminta untuk segera mengaktifkan status siaga darurat karhutla dan memperkuat koordinasi lintas sektor. Langkah yang direkomendasikan meliputi percepatan penanganan titik panas melalui patroli darat dan udara, sosialisasi larangan membakar hutan secara masif ke tingkat desa, serta peningkatan kesiapan regu pemadam dan sarana pendukung seperti helikopter water bombing. Selain itu, rehabilitasi lahan gambut yang rusak harus menjadi prioritas jangka panjang guna mencegah terulangnya bencana serupa di masa mendatang.