Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz 2026, yang berkolaborasi dengan Kepolisian Resor (Polres) Keerom, berhasil melakukan penangkapan terhadap pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Wilayah Komando Daerah Pertahanan (Kodap) I Mamta di Kabupaten Keerom, Provinsi Papua. Operasi yang digelar sejak Selasa, 15 September 2026, ini mengamankan lima orang terduga pelaku yang diduga terlibat dalam serangkaian aksi kriminal di wilayah tersebut. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata sinergi antara aparat keamanan dan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah teritorial Papua.
Kronologi dan Barang Bukti yang Diamankan dalam Penggeledahan
Dalam penggeledahan intensif yang dilakukan pada Kamis, 17 September 2026, petugas berhasil menyita sejumlah barang bukti signifikan dari rumah terduga pelaku. Barang bukti yang diamankan antara lain satu pucuk senjata api laras panjang rakitan, satu unit senjata api airsoft gun, satu pucuk senjata api panjang jenis PCP (Pre-Charged Pneumatic), puluhan butir amunisi berbagai kaliber, satu bendera Bintang Kejora, serta parang dan kapak yang digunakan sebagai alat kekerasan. Penggeledahan ini merupakan tindak lanjut dari penyelidikan intensif yang melibatkan intelijen dan identifikasi lapangan, menunjukkan komitmen aparat dalam menindak tegas kepemilikan senjata api ilegal di wilayah rawan.
Pimpinan KKB yang berinisial YN tersebut kini dijerat dengan pasal berlapis, termasuk Pasal 306 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang kepemilikan senjata api tanpa izin. Ancaman hukumannya mencapai 15 tahun penjara, yang mencerminkan keseriusan aparat dalam menindak tegas aksi kriminal bersenjata di Papua. Penangkapan ini juga menjadi preseden penting dalam upaya pemetaan kerawanan wilayah, khususnya di Kabupaten Keerom yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini, sehingga memerlukan kewaspadaan ekstra dari seluruh pemangku kepentingan.
Sinergi TNI-Pemda Kunci Tangani Kompleksitas KKB di Papua
Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto, menegaskan bahwa kolaborasi antara TNI, Pemerintah Daerah (Pemda), serta kementerian dan lembaga terkait menjadi faktor krusial dalam menangani permasalahan KKB yang kompleks di Papua. Keberhasilan operasi di Kabupaten Keerom tidak hanya menonjolkan aspek penindakan hukum, tetapi juga pentingnya pendekatan teritorial yang terintegrasi. Pemetaan kerawanan yang akurat dan respons cepat terhadap dinamika lapangan menjadi kunci dalam mencegah eskalasi konflik, terutama di wilayah yang memiliki sejarah panjang gangguan keamanan.
Catatan strategis bagi Pemerintah Daerah: Keberhasilan penangkapan ini harus diikuti dengan penguatan program pembangunan dan kesejahteraan di wilayah rawan seperti Keerom. Rekomendasi kebijakan yang dapat dipertimbangkan mencakup percepatan layanan dasar, peningkatan akses pendidikan dan kesehatan, serta dialog kultural guna memutus rantai rekrutmen KKB. Sinergi antara TNI/Polri dan Pemda dalam pendekatan kesejahteraan dinilai mampu meredam potensi gangguan keamanan jangka panjang di Provinsi Papua, sekaligus menciptakan kondisi yang kondusif bagi pembangunan berkelanjutan di wilayah teritorial Indonesia Timur.