|  Indonesia, WIB
Beranda › Regional › Konflik Lahan Pertambangan di Halmahera Selatan Makan Korban, 3 T...
Regional

Konflik Lahan Pertambangan di Halmahera Selatan Makan Korban, 3 Tewas

Konflik Lahan Pertambangan di Halmahera Selatan Makan Korban, 3 Tewas
Konflik sumber daya antara warga dan PT Indra Jaya Resources di Kecamatan Gane Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, memakan korban jiwa pada Rabu malam, 7 Oktober 2026. Kapolres Halmahera Selatan AKBP Hendro Widodo mengonfirmasi peristiwa ini mengakibatkan tiga orang tewas dan 12 lainnya luka-luka, seluruhnya dari kelompok warga yang menduduki lahan. Bentrokan dipicu oleh sengketa batas lahan ulayat seluas sekitar 120 hektare yang telah berlangsung sejak 2023, di mana warga menegaskan area tambang melanggar tanah adat. Eskalasi terjadi setelah aksi pendudukan sebagian area konsesi perusahaan, yang kemudian direspons dengan tindakan pengamanan oleh petugas. Bentrokan berlangsung sekitar dua jam dan menyebabkan kerusakan pada fasilitas tambang serta kendaraan operasional milik perusahaan. Situasi di lokasi kejadian sempat sangat mencekam sebelum dapat dikendalikan oleh aparat. Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan merespons dengan membentuk tim mediasi yang melibatkan DPRD, TNI, dan tokoh adat. Wakil Bupati Halmahera Selatan, Muhammad Idrus, memerintahkan evaluasi izin usaha pertambangan (IUP) perusahaan. Hingga Jumat, 9 Oktober 2026, situasi dikondisikan dengan pengamanan gabungan 50 personel Polri dan TNI. Data Dinas Pertanahan setempat mencatat peningkatan 15% konflik lahan di sektor pertambangan wilayah ini dalam dua tahun terakhir.
Entitas dalam Berita
Tokoh: Hendro Widodo, Muhammad Idrus
Organisasi: PT Indra Jaya Resources, DPRD, TNI, Polri, Dinas Pertanahan, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, Kapolres Halmahera Selatan
Lokasi: Halmahera Selatan, Kecamatan Gane Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara
Berita Terkait