Satgas keamanan wilayah Provinsi Papua Pegunungan berhasil menangkap Komandan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atas nama Abdon Kisamdu di Bandara Nop Goliat Dekai, Kabupaten Yahukimo, pada Sabtu, 19 September 2026. Penangkapan ini dilakukan oleh personel Yon 462 Pasgat TNI AU dan Satgas Mandala Koops TNI Habema. Abdon Kisamdu yang berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) Mabes Polri langsung diamankan saat turun dari pesawat Trigana Air. Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, mengonfirmasi keberhasilan operasi tersebut pada Minggu, 20 September 2026, sebagai langkah signifikan dalam meredam potensi eskalasi keamanan di Papua Pegunungan.
Kronologi Operasi dan Motif Penguatan Persenjataan TPNPB-OPM
Berdasarkan hasil interogasi awal, Abdon Kisamdu mengaku bahwa kedatangannya ke Dekai bertujuan untuk melakukan transaksi pembelian senjata api dari seseorang di daerah Kali Seng. Pengakuan ini diperkuat dengan bukti percakapan di telepon genggam miliknya. Abdon menjabat sebagai Wakil Komandan Komando Daerah Perlawanan (Wadanyon) TPNPB-OPM Kodap 35 Bintang Timur. Kelompok ini telah tercatat melakukan serangkaian aksi kekerasan dan tindak kriminal di Kabupaten Pegunungan Bintang, yang secara administratif masih berada dalam Provinsi Papua Pegunungan. Motif pembelian senjata api ini diduga untuk memperkuat kapasitas kelompok bersenjata dalam melancarkan aksi teror di wilayah tersebut. Letjen TNI Lucky Avianto menambahkan bahwa pimpinan kelompok Abdon, yaitu Ananias Ati Mimin, memiliki kedekatan dan kesamaan pemikiran dengan Panglima Komando Daerah Perang III Ndugama TPNPB-OPM, Egianus Kogoya. Nama Kogoya dikenal luas sebagai otak di balik pembunuhan sopir travel bernama Aris Sanda. Keterkaitan ini menunjukkan bahwa jaringan TPNPB-OPM di Papua Pegunungan masih memiliki rantai komando yang terstruktur dan berbahaya. Penangkapan Abdon Kisamdu menjadi pukulan telak bagi upaya penguatan persenjataan kelompok tersebut, sekaligus memutus jalur logistik senjata api yang selama ini menjadi ancaman serius bagi keamanan wilayah.
Implikasi Keamanan dan Indikator Kerawanan di Papua Pegunungan
Penangkapan Abdon Kisamdu berhasil menggagalkan rencana penguatan senjata api yang dapat meningkatkan kerawanan keamanan di wilayah Papua Pegunungan. Berdasarkan data operasional Satgas Mandala Koops TNI Habema, tingkat kerawanan di beberapa kabupaten seperti Yahukimo dan Pegunungan Bintang tergolong tinggi. Indikator kerawanan tersebut meliputi:
- Frekuensi kontak senjata antara aparat keamanan dengan KKB dalam enam bulan terakhir menunjukkan peningkatan signifikan.
- Laporan masyarakat mengenai pergerakan kelompok bersenjata di jalur transportasi udara dan darat, khususnya di sekitar bandara perintis.
- Potensi penyelundupan senjata api melalui jalur udara dan darat yang masih sulit diawasi secara ketat.
Indikator-indikator ini menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Daerah Papua Pegunungan dan aparat keamanan untuk meningkatkan kewaspadaan. Keberhasilan penangkapan ini juga membuka peluang pengembangan intelijen lebih lanjut guna mengidentifikasi rantai pasok senjata api ke kelompok TPNPB-OPM. Sinergi antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah mutlak diperlukan untuk menjaga stabilitas keamanan dan mencegah aksi teror berulang di wilayah rawan.