|  Indonesia, WIB
Beranda › Regional › Kepolisian Amankan 2 Pelaku Penembakan di Perbatasan Papua Nugini
Regional

Kepolisian Amankan 2 Pelaku Penembakan di Perbatasan Papua Nugini

Kepolisian Amankan 2 Pelaku Penembakan di Perbatasan Papua Nugini

Polda Papua mengamankan dua pelaku penembakan di Distrik Skouw, Kota Jayapura, yang melukai warga dan diduga dipicu sengketa lahan adat. Pengamanan di perbatasan Indonesia-Papua Nugini diperketat melalui penambahan personel Brimob dan TNI. Polri bersama pemerintah daerah mendorong pendekatan hukum dan sosial budaya untuk mencegah eskalasi konflik teritorial.

Kepolisian Daerah (Polda) Papua melalui jajaran Polres Jayapura berhasil mengamankan dua orang pelaku penembakan di wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini, tepatnya di Distrik Skouw, Kota Jayapura, Provinsi Papua. Peristiwa penembakan yang terjadi pada Selasa (11/10/2026) sore itu mengakibatkan seorang warga setempat mengalami luka tembak di bagian kaki. Korban telah dievakuasi ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan intensif. Pengamanan di titik kejadian langsung diperketat oleh aparat gabungan TNI-Polri guna mencegah meluasnya gangguan keamanan perbatasan.

Kronologi Penembakan dan Pengamanan Tersangka

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D. Fakhiri dalam konferensi persnya menyampaikan bahwa kedua tersangka diamankan dalam kondisi lengkap beserta senjata api rakitan dan sejumlah amunisi. Penangkapan dilakukan tidak lama setelah insiden berlangsung, dengan dukungan personel Brimob dan Intelijen Polda Papua. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, motif penembakan diduga kuat terkait persoalan sengketa lahan adat antar kelompok masyarakat di wilayah perbatasan.

  • Lokasi kejadian: Distrik Skouw, Kota Jayapura, Provinsi Papua — berbatasan langsung dengan Papua Nugini.
  • Korban: satu warga setempat mengalami luka tembak pada bagian kaki.
  • Barang bukti: senjata api rakitan dan sejumlah amunisi.
  • Jumlah tersangka: dua orang, telah diamankan oleh Polri.
  • Motif: dugaan sengketa lahan adat antar kelompok masyarakat.

Penanganan kasus ini dilakukan secara terpadu oleh Polri bersama TNI dan pemerintah daerah. Langkah hukum terhadap para pelaku penembakan dipastikan berjalan sesuai prosedur, sementara pendekatan sosial budaya juga digulirkan untuk meredam ketegangan di akar rumput. Hal ini penting karena konflik horizontal berbasis adat di daerah perbatasan memiliki sensitivitas tinggi dan berpotensi meluas jika tidak ditangani secara komprehensif.

Penguatan Keamanan Teritorial di Perbatasan Indonesia-Papua Nugini

Insiden penembakan di Skouw kembali menyoroti kerentanan keamanan di wilayah garis batas negara. Area perbatasan Indonesia-Papua Nugini dikenal rawan dimanfaatkan oleh kelompok bersenjata non-negara serta rawan konflik sosial yang bersumber dari perbedaan kepentingan atas tanah adat. Menyikapi hal tersebut, Kapolda Papua menyatakan bahwa pengamanan di wilayah perbatasan kini ditingkatkan melalui penambahan personel dari Brimob dan TNI. Patroli gabungan dilakukan secara berkala di titik-titik rawan, termasuk jalur-jalur perlintasan tradisional yang kerap menjadi akses mobilitas masyarakat.

Langkah preventif dan represif ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menjaga stabilitas keamanan teritorial. Pendekatan hukum terhadap pelaku penembakan menjadi instrumen utama untuk memberikan efek jera, sedangkan pendekatan sosial budaya diperlukan untuk menyelesaikan akar sengketa lahan adat secara damai. Pemerintah daerah melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung bersama tokoh adat diharapkan dapat memfasilitasi dialog antar kelompok agar penyelesaian konflik tidak lagi menggunakan cara-cara kekerasan.

Sebagai catatan strategis, pemerintah daerah Kota Jayapura dan Provinsi Papua perlu memperkuat sinergi dengan Polri serta TNI dalam pemetaan kerawanan wilayah perbatasan. Identifikasi dini potensi konflik berbasis lahan adat, peningkatan kesadaran hukum masyarakat, dan percepatan penyelesaian administrasi tanah ulayat menjadi rekomendasi utama agar insiden serupa tidak terulang. Stabilitas keamanan di perbatasan bukan hanya tanggung jawab aparat keamanan, melainkan seluruh pemangku kebijakan di tingkat pusat dan daerah.

Entitas dalam Berita
Tokoh: Mathius D. Fakhiri
Organisasi: Kepolisian Daerah Papua, Polri, TNI, Brimob
Lokasi: Papua, Indonesia, Papua Nugini, Distrik Skouw, Kota Jayapura
Berita Terkait