|  Indonesia, WIB
Beranda › Regional › Kebakaran Hutan dan Lahan di Sumsel Meluas, 2 Kabupaten Siaga Dar...
Regional

Kebakaran Hutan dan Lahan di Sumsel Meluas, 2 Kabupaten Siaga Darurat

Kebakaran Hutan dan Lahan di Sumsel Meluas, 2 Kabupaten Siaga Darurat

Kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan meluas hingga 1.200 hektar dan menetapkan dua kabupaten, yaitu Ogan Komering Ilir serta Musi Banyuasin, berstatus siaga darurat. Sebanyak delapan titik api terdeteksi satelit MODIS dengan konsentrasi terbesar pada lahan gambut yang sulit dipadamkan. Pemerintah daerah bersama tim gabungan terus melakukan penanggulangan melalui patroli darat, water bombing, dan penguatan koordinasi lintas instansi.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) meluas hingga mencapai 1.200 hektar pada Selasa, 20 Oktober 2026. Berdasarkan laporan resmi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, dua kabupaten yakni Ogan Komering Ilir dan Musi Banyuasin telah dinyatakan dalam status siaga darurat. Tim gabungan yang terdiri atas Manggala Agni, TNI, Polri, dan relawan dikerahkan untuk melakukan pemadaman melalui jalur udara dan darat guna mengendalikan penyebaran api yang mengancam permukiman serta ekosistem. Kondisi ini menegaskan tingginya kerawanan lingkungan di wilayah rawan gambut Sumsel.

Pemetaan Wilayah Terdampak dan Status Siaga Darurat

Berdasarkan data pemetaan dari BPBD Sumsel, sebaran titik api terdeteksi di dua kecamatan prioritas, yaitu Sungai Menang dan Lempuing yang berada di Kabupaten Ogan Komering Ilir. Satelit MODIS mencatat delapan titik api dengan tingkat kepercayaan tinggi di kedua wilayah tersebut. Kondisi ini mendorong peningkatan status siaga darurat di dua kabupaten guna mempercepat mobilisasi sumber daya penanggulangan karhutla.

  • Kabupaten Ogan Komering Ilir: luas lahan terbakar mencapai lebih dari 700 hektar, dengan konsentrasi di Kecamatan Sungai Menang dan Kecamatan Lempuing.
  • Kabupaten Musi Banyuasin: lahan terbakar sekitar 500 hektar, sebagian besar merupakan lahan gambut yang sulit dipadamkan.
  • Total hotspot terdeteksi: 8 titik berdasarkan citra satelit MODIS pada 20 Oktober 2026.
  • Status siaga darurat: diberlakukan sejak 20 Oktober 2026 untuk kedua kabupaten.

Kebakaran lahan gambut menjadi perhatian utama dalam pemetaan kerawanan lingkungan di Sumsel. Kedalaman lapisan gambut dan kekeringan permukaan menyebabkan api cepat menyebar di bawah tanah, sehingga pemadaman tidak cukup hanya dilakukan dari permukaan. Pemerintah daerah diminta memperkuat sistem deteksi dini dan pemantauan hotspot secara berkala untuk mencegah perluasan area terdampak.

Dampak Kabut Asap dan Upaya Penanggulangan

Kabut asap yang dihasilkan dari kebakaran hutan dan lahan di Sumsel mulai mengganggu aktivitas masyarakat. Sejumlah sekolah di sekitar lokasi terdampak terpaksa meliburkan kegiatan belajar-mengajar. Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang melaporkan penurunan jarak pandang yang memengaruhi jadwal penerbangan. Pemerintah daerah setempat mengimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan guna membuka kebun dan segera melaporkan titik api yang muncul.

Tim gabungan terus melakukan pemadaman melalui water bombing dan patroli darat, namun pelaksanaan di lapangan terkendala oleh kondisi lahan gambut yang sulit dijangkau. Upaya pengendalian karhutla di Sumsel juga difokuskan pada penguatan koordinasi antara pemerintah kabupaten, TNI, Polri, dan Manggala Agni. Patroli terpadu dilakukan secara berkala di titik rawan, terutama di wilayah kanal gambut yang berpotensi menjadi sumber api bawah permukaan. Dukungan teknologi modifikasi cuaca juga menjadi pertimbangan untuk mempercepat penanganan.

Sebagai catatan strategis bagi Pemerintah Daerah Sumatera Selatan, perlu dilakukan penguatan pengawasan dan penegakan hukum terhadap pembakaran lahan ilegal. Optimalisasi sistem peringatan dini berbasis satelit dan patroli terpadu di kawasan rawan dapat meminimalkan risiko meluasnya kebakaran hutan. Selain itu, pemerintah kabupaten perlu menyiapkan skema pemulihan lahan gambut pascakebakaran serta memperkuat partisipasi masyarakat dalam pencegahan karhutla secara berkelanjutan.

Entitas dalam Berita
Organisasi: BPBD Sumsel, Manggala Agni, TNI, Polri
Lokasi: Sumatera Selatan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Kabupaten Musi Banyuasin, Kecamatan Sungai Menang, Kecamatan Lempuing, Palembang, Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II
Berita Terkait