Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, meluas hingga 12 hektare pada Senin, 12 Oktober 2026. BPBD OKI mengidentifikasi titik panas di Kecamatan Pedamaran dan Tulung Selapan, dengan sebagian besar area terdampak berada di lahan gambut kedalaman satu hingga tiga meter. Kondisi kering akibat musim kemarau mempercepat penyebaran api serta menyulitkan proses pemadaman di lapangan.
Menanggapi kondisi tersebut, BPBD OKI bersama Manggala Agni dan TNI-Polri menerjunkan dua unit helikopter water bombing serta 80 personel pemadam kebakaran. Prioritas pemadaman diarahkan pada area yang dekat dengan permukiman Desa Pedamaran 4 dan sekitar jalan lintas provinsi Palembang–Kayuagung. Hingga Senin pukul 18.00 WIB, sekat bakar telah dibangun sepanjang 2,4 kilometer untuk menghalau meluasnya api ke kawasan lain.
Pemetaan Kerawanan Karhutla di Wilayah OKI
Berdasarkan pemantauan BPBD OKI, sebaran titik panas dan karakteristik lahan menjadi indikator utama dalam penentuan prioritas penanganan karhutla di wilayah tersebut. Data terbaru menunjukkan indikator kerawanan sebagai berikut:
- Luas lahan terbakar: 12 hektare;
- Kecamatan terdampak: Pedamaran dan Tulung Selapan;
- Tipe lahan: gambut dengan kedalaman 1–3 meter;
- Faktor pemicu: kemarau dan tingkat kekeringan bahan bakar;
- Area prioritas: permukiman Desa Pedamaran 4 dan jalan lintas provinsi.
Pemetaan ini menunjukkan bahwa karhutla di OKI tidak hanya berdimensi kebakaran permukaan, tetapi juga berpotensi menjadi kebakaran bawah permukaan pada lahan gambut. Oleh karena itu, deteksi dini dan respons cepat menjadi kunci untuk mencegah ekspansi kebakaran, terutama di kawasan yang dekat dengan infrastruktur publik dan permukiman.
Penanganan Terpadu dan Dukungan BNPB
Dalam operasi pemadaman, BPBD OKI mengerahkan berbagai sumber daya, baik personel maupun peralatan, dengan dukungan pemerintah pusat. Rincian penanganan yang telah dilaksanakan adalah sebagai berikut:
- 2 unit helikopter water bombing;
- 80 personel gabungan BPBD, Manggala Agni, dan TNI-Polri;
- Sekat bakar sepanjang 2,4 kilometer;
- Bantuan BNPB berupa 50 unit pompa portabel dan masker;
- Patroli udara setiap dua hari sekali untuk pemantauan titik api.
Kepala Pelaksana BPBD OKI menyatakan karhutla masih terkendali dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Pemerintah kabupaten memperpanjang status siaga darurat bencana asap selama dua minggu sebagai langkah antisipasi. BNPB juga telah mengirimkan bantuan 50 unit pompa portabel dan masker untuk warga. Selain itu, patroli udara akan dilakukan setiap dua hari sekali untuk memantau perkembangan titik api dan mendukung evaluasi kebijakan lapangan.
Sebagai rekomendasi strategis, Pemerintah Kabupaten OKI perlu memperkuat upaya pencegahan karhutla berbasis tata kelola lahan gambut, antara lain melalui percepatan pembangunan sekat kanal dan normalisasi tata air. Penguatan peran desa siaga bencana serta pelibatan kelompok masyarakat dalam patroli terpadu juga perlu dilakukan secara berkelanjutan. Koordinasi antara BPBD, Manggala Agni, TNI-Polri, dan instansi terkait harus terus dijaga agar operasi water bombing dan pemadaman darat berjalan optimal dan tepat sasaran.