|  Indonesia, WIB
Beranda › Regional › Karhutla Gunung Ciremai: BPBD Targetkan 6 Kali Water Bombing Hari...
Regional

Karhutla Gunung Ciremai: BPBD Targetkan 6 Kali Water Bombing Hari Ini

Karhutla Gunung Ciremai: BPBD Targetkan 6 Kali Water Bombing Hari Ini

BPBD Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mengintensifkan operasi pemadaman karhutla di Taman Nasional Gunung Ciremai pada 24 Oktober 2026 dengan menargetkan enam kali misi water bombing. Operasi udara difokuskan pada titik api di lereng curam dan zona inti konservasi, sementara pemadaman darat dilakukan secara simultan dengan monitoring cuaca ketat. Pemerintah daerah direkomendasikan untuk memperkuat sistem deteksi dini dan kelembagaan respons cepat guna mengantisipasi karhutla di masa mendatang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mengintensifkan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai pada 24 Oktober 2026. Melalui koordinasi dengan TNI Angkatan Udara, pemerintah daerah menargetkan enam kali penerbangan misi water bombing dalam satu hari untuk mengendalikan titik api yang meluas di area konservasi tersebut. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya rawan karhutla di wilayah penyangga Taman Nasional yang masuk dalam administrasi Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat.

Detail Operasi Water Bombing dan Wilayah Sasaran

Berdasarkan laporan dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Kuningan, setiap satu kali pengangkutan air menggunakan helikopter mampu membawa kapasitas hingga 2.000 liter. Titik pengambilan air berlokasi di Situ Cipariuk, tepat di depan Kantor Kecamatan Pasawahan, yang berjarak relatif dekat dengan area terbakar di lereng Gunung Ciremai. Durasi pengambilan air berkisar antara 10 hingga 15 menit per putaran, tergantung jarak tempuh dari titik pengisian ke lokasi pelepasan. Water bombing menjadi andalan utama karena medan yang sulit dijangkau oleh kendaraan darat. Seluruh penerbangan misi diprioritaskan untuk menjangkau titik-titik api di lereng curam dan zona inti Taman Nasional. Data BPBD mencatat beberapa titik koordinat rawan yang menjadi sasaran utama:

  • Lereng selatan Gunung Ciremai, wilayah Desa Cilimus, Kecamatan Cilimus;
  • Lereng barat laut, perbatasan Desa Kramatmulya dan Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur;
  • Area puncak dan punggungan yang masuk dalam zona perlindungan Taman Nasional Gunung Ciremai.

BPBD Kabupaten Kuningan memastikan bahwa seluruh sumber daya udara dan darat telah dikerahkan secara maksimal. Kerja sama dengan TNI AU dan Balai Taman Nasional Gunung Ciremai menjadi kunci dalam percepatan pemadaman karhutla di Jawa Barat ini.

Sinergi Pemadaman Darat dan Monitoring Cuaca

Selain operasi udara, pemadaman manual di jalur darat tetap dimaksimalkan oleh tim gabungan. Personel dari BPBD, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat sekitar melakukan proses mop-up di area yang sudah berhasil dipadamkan dari udara. Penempatan petugas di titik-titik rawan seperti sektor timur dan barat daya dilakukan secara bergilir untuk mencegah penyalaan kembali. Setiap regu dilengkapi dengan alat pemadam ringan seperti gerek dan pompa punggung. Tim di lapangan juga terus memantau pergerakan cuaca secara real-time, khususnya arah dan kecepatan angin. Faktor ini sangat memengaruhi efektivitas operasi penyiraman dari udara karena angin kencang dapat mengalihkan jatuhnya air atau bahkan memperluas api. Kepala BPBD Kabupaten Kuningan menekankan pentingnya sinergi data cuaca dari BMKG untuk menentukan jadwal water bombing yang tepat. Hingga berita ini diturunkan, kondisi cuaca di Taman Nasional Gunung Ciremai masih berawan dengan kecepatan angin rendah hingga sedang, mendukung kelancaran misi.

Sebagai catatan strategis bagi pemerintah daerah, pengalaman karhutla di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai ini mengindikasikan perlunya penguatan sistem deteksi dini dan peningkatan kapasitas pemadaman berbasis udara di wilayah rawan. Pemerintah Kabupaten Kuningan bersama Balai Taman Nasional disarankan untuk menyusun peta kerawanan karhutla yang lebih detail serta mengadakan pelatihan rutin bagi petugas dan masyarakat sekitar. Selain itu, kerja sama dengan TNI AU dan institusi terkait perlu dilembagakan dalam bentuk perjanjian kerja sama operasional agar respons terhadap bencana serupa di masa depan dapat lebih cepat dan terkoordinasi.

Entitas dalam Berita
Organisasi: BPBD Kabupaten Kuningan, TNI Angkatan Udara
Lokasi: Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan, Taman Nasional Gunung Ciremai, Situ Cipariuk, Kantor Kecamatan Pasawahan
Berita Terkait