|  Indonesia, WIB
Beranda Regional Gunung Ibu Erupsi 78 Kali dalam Sehari, Status Masih Waspada
Regional

Gunung Ibu Erupsi 78 Kali dalam Sehari, Status Masih Waspada

Gunung Ibu Erupsi 78 Kali dalam Sehari, Status Masih Waspada

Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, mencatat erupsi sebanyak 78 kali dalam sehari pada 20 September 2026 dengan status masih Level II (Waspada). Data seismik menunjukkan dominasi gempa vulkanik dangkal dan frekuensi rendah, mengindikasikan suplai magmatik yang terus berlangsung. PVMBG mengimbau radius aman 2-3,5 kilometer dari kawah, sementara pemerintah daerah didorong memperkuat sistem peringatan dini dan rencana kontinjensi.

Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara — Aktivitas vulkanik Gunung Ibu kembali mencatatkan eskalasi signifikan dalam 24 jam terakhir. Berdasarkan laporan resmi Pos Pengamatan Gunung Ibu (PGA) periode 20 September 2026 pukul 00.00 hingga 24.00 WIT, gunung dengan ketinggian puncak sekitar 1.325 meter di atas permukaan laut ini mengalami erupsi sebanyak 78 kali dalam sehari. Meskipun status aktivitas gunung yang terletak di bagian barat Pulau Halmahera tersebut masih bertahan di Level II atau Waspada, potensi ancaman bahaya vulkanik tetap mengemuka dan memerlukan pemantauan ketat oleh pemerintah daerah serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Rekapitulasi Data Aktivitas Vulkanik Gunung Ibu

Petugas Pos PGA Ibu, Darsono Hi. Muhammad Nur, dalam laporannya menyampaikan bahwa kolom erupsi yang terjadi sepanjang hari tersebut memiliki tinggi bervariasi antara 200 hingga 800 meter di atas puncak. Warna kolom erupsi teramati kelabu dengan intensitas tebal, sedangkan asap kawah bertekanan lemah hingga sedang terpantau berwarna putih dengan ketinggian mencapai 100 hingga 200 meter. Data ini menjadi indikator penting dalam pemetaan tingkat aktivitas vulkanik yang terus dipantau secara saksama oleh PVMBG. Selain letusan, terekam pula serangkaian aktivitas kegempaan yang mendominasi periode pengamatan, menunjukkan dinamika internal gunung yang masih tinggi. Berikut rincian data kegempaan yang berhasil dihimpun:

  • 78 kali gempa letusan dengan amplitudo 15–28 milimeter
  • 2 kali gempa guguran
  • 10 kali tremor harmonik
  • 77 kali gempa frekuensi rendah
  • 102 kali gempa vulkanik dangkal
  • 16 kali gempa tektonik jauh

Kombinasi data seismik tersebut mengindikasikan adanya suplai material magmatik yang terus berlangsung di kedalaman dangkal. Hal ini menjadi perhatian utama dalam pemetaan kerawanan wilayah di Kabupaten Halmahera Barat, mengingat potensi erupsi susulan dan luncuran awan panas masih sangat mungkin terjadi.

Imbauan PVMBG dan Langkah Strategis Pemerintah Daerah

Menindaklanjuti tingginya aktivitas vulkanik ini, PVMBG melalui Pos PGA Ibu telah mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat dan wisatawan. Dalam rekomendasi resminya, seluruh pihak diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif, serta mewaspadai perluasan sektoral hingga 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi terjadinya luncuran awan panas maupun lontaran material pijar yang dapat membahayakan keselamatan jiwa. Masyarakat diimbau untuk selalu menggunakan masker dan pelindung mata apabila terjadi hujan abu vulkanik, terutama bagi warga yang beraktivitas di sekitar lereng atau lembah yang searah dengan arah hembusan angin. Selain itu, pihak berwenang juga meminta agar masyarakat menjaga kondusivitas lingkungan dan tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang tidak jelas sumbernya. Sosialisasi yang masif dan koordinasi lintas sektor antara pemerintah kabupaten, kepolisian, TNI, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah digiatkan untuk memastikan kesiapsiagaan warga di zona rawan.

Catatan strategis bagi Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat: Peristiwa erupsi berulang ini menegaskan urgensi penguatan sistem peringatan dini vulkanik berbasis partisipasi masyarakat di tingkat desa. Pemetaan ulang daerah rawan bahaya—khususnya sektor utara yang masuk dalam perluasan radius—perlu segera dilakukan untuk menyempurnakan dokumen rencana kontinjensi. Selain itu, pengadaan logistik darurat dan simulasi evakuasi berkala harus menjadi prioritas agar respons bencana dapat berjalan cepat dan terkoordinasi apabila status waspada meningkat ke level siaga atau awas.

Entitas dalam Berita
Tokoh: Darsono Hi. Muhammad Nur
Organisasi: Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Pos PGA Ibu, Pos Pengamatan Gunung Ibu
Lokasi: Gunung Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara
Berita Terkait