|  Indonesia, WIB
Beranda › Regional › Gempa Magnitudo 3,7 Guncang Rangkasbitung, BPBD Lebak Belum Terim...
Regional

Gempa Magnitudo 3,7 Guncang Rangkasbitung, BPBD Lebak Belum Terima Laporan Kerusakan

Gempa Magnitudo 3,7 Guncang Rangkasbitung, BPBD Lebak Belum Terima Laporan Kerusakan

Gempa bumi Magnitudo 3,7 mengguncang Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, pada Rabu pagi dengan episenter 10 kilometer utara Rangkasbitung dan kedalaman 172 kilometer. BPBD Kabupaten Lebak melaporkan belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa hingga berita ini diterbitkan. Kejadian ini menegaskan pentingnya penguatan kesiapsiagaan pemerintah daerah terhadap potensi gempa bumi di wilayah tersebut.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadinya gempa bumi dengan Magnitudo 3,7 yang mengguncang wilayah Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, pada Rabu (28/10/2026) pukul 06.51 WIB. Berdasarkan informasi BMKG, pusat gempa terletak pada koordinat 6,47 Lintang Selatan dan 106,26 Bujur Timur, atau sekitar 10 kilometer di utara Rangkasbitung dengan kedalaman 172 kilometer. Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih memantau dampak kejadian tersebut.

Karakteristik Gempa dan Dampak Guncangan di Rangkasbitung

Getaran gempa dilaporkan dirasakan oleh sejumlah warga di Rangkasbitung meskipun berlangsung singkat dan tidak terlalu kuat. Salah seorang warga, Tuti, mengaku awalnya mengira getaran tersebut berasal dari kendaraan yang melintas di depan rumahnya. Ia baru mengetahui bahwa kejadian itu merupakan gempa bumi setelah mendapat informasi dari orang lain.

Dari sisi lokasi, episenter gempa kali ini berada di utara Rangkasbitung. Hal ini menjadi perhatian BPBD Kabupaten Lebak karena pusat gempa yang berkaitan dengan wilayah Lebak biasanya lebih sering terjadi di bagian selatan kabupaten. Variasi episenter ini perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada BMKG untuk memastikan karakteristik dan potensi dampaknya. Dalam konteks kebijakan penanggulangan bencana, data episenter ini penting untuk memperbarui peta rawan bencana Kabupaten Lebak, khususnya di wilayah utara Rangkasbitung.

Respons BPBD dan Langkah Antisipasi Pemerintah Daerah

Sekretaris BPBD Kabupaten Lebak, Febby Rizki Pratama, melaporkan bahwa hingga berita ini diterbitkan, pihaknya belum menerima laporan mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat gempa tersebut. BPBD Lebak akan mengonfirmasi informasi lebih detail terkait episenter dan karakteristik gempa ini kepada BMKG. Berikut data sementara yang dihimpun dari BMKG:

  • Magnitudo: 3,7
  • Waktu kejadian: Rabu, 28 Oktober 2026, pukul 06.51 WIB
  • Koordinat episenter: 6,47 Lintang Selatan – 106,26 Bujur Timur
  • Lokasi: 10 kilometer utara Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten
  • Kedalaman: 172 kilometer
  • Dampak: Belum ada laporan kerusakan dan korban jiwa

BPBD Kabupaten Lebak mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun waspada. Informasi resmi mengenai gempa bumi dapat diperoleh melalui kanal komunikasi BMKG dan BPBD setempat. Masyarakat juga diminta untuk segera melaporkan kepada aparat desa atau kelurahan apabila menemukan kerusakan bangunan atau indikasi bahaya akibat getaran.

Sebagai catatan strategis, Pemerintah Kabupaten Lebak perlu menjadikan kejadian ini sebagai pengingat untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi gempa bumi. Peningkatan kapasitas satuan tugas kebencanaan, sosialisasi prosedur evakuasi, serta penguatan infrastruktur bangunan publik menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko pada kejadian serupa di masa mendatang. Selain itu, sinergi antara BPBD, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, serta kecamatan setempat sangat diperlukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan memperbarui dokumen rencana penanggulangan bencana daerah.

Entitas dalam Berita
Tokoh: Tuti, Febby Rizki Pratama
Organisasi: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak
Lokasi: Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten
Berita Terkait