|  Indonesia, WIB
Beranda › Regional › Gempa M5,2 Guncang Majene, Sulawesi Barat, 14 Rumah Rusak dan 1 W...
Regional

Gempa M5,2 Guncang Majene, Sulawesi Barat, 14 Rumah Rusak dan 1 Warga Luka

Gempa M5,2 Guncang Majene, Sulawesi Barat, 14 Rumah Rusak dan 1 Warga Luka

Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,2 mengguncang Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, pada Selasa, 20 Oktober 2026, menyebabkan 14 rumah rusak dan satu warga luka ringan. BPBD Kabupaten Majene bersama TNI-Polri telah melakukan pendataan, evakuasi, dan penanganan darurat di Kecamatan Ulumanda dan Sendana. Pemerintah daerah direkomendasikan memperkuat mitigasi struktural dan mengintegrasikan data kerawanan gempa ke dalam RTRW dan RIPB.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadinya gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo (M) 5,2 yang mengguncang wilayah Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat, pada Selasa, 20 Oktober 2026, pukul 22.35 WITA. Berdasarkan analisis BMKG, pusat gempa berada di laut pada kedalaman 10 kilometer, sekitar 25 kilometer barat daya Majene. Guncangan yang berlangsung selama 3 hingga 5 detik tersebut menimbulkan kepanikan warga di wilayah pesisir serta mengakibatkan kerusakan rumah dan satu warga mengalami luka ringan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majene bersama unsur TNI dan Polri segera melakukan pendataan serta evakuasi sejak Rabu dini hari.

Berdasarkan laporan awal BPBD Majene, dampak gempa bumi terkonsentrasi di Kecamatan Ulumanda dan Kecamatan Sendana, dua wilayah yang berada pada zona pesisir barat Kabupaten Majene. Di kedua kecamatan tersebut, tercatat kerusakan pada sejumlah rumah tinggal serta satu warga yang mengalami luka ringan akibat tertimpa material bangunan. Respons cepat dilakukan dengan mendirikan trauma centre di kantor kecamatan serta mengirimkan bantuan darurat bagi keluarga terdampak.

Kerusakan Rumah dan Respons Penanganan Darurat

Berdasarkan pendataan awal yang dilakukan BPBD Kabupaten Majene, dampak bencana gempa bumi M5,2 tersebut dirinci sebagai berikut:

  • Sebanyak 14 unit rumah mengalami kerusakan ringan hingga sedang, tersebar di Desa Ulumanda dan Desa Sendana.
  • Satu warga mengalami luka ringan akibat tertimpa material bangunan dan telah mendapatkan perawatan medis di puskesmas setempat.
  • Trauma centre didirikan di kantor kecamatan untuk memberikan layanan psikososial bagi warga yang mengalami kepanikan.
  • Pemerintah Kabupaten Majene telah mengirimkan bantuan darurat berupa tenda, selimut, dan perlengkapan darurat kepada keluarga yang rumahnya rusak.

Kepala BPBD Majene, Iskandar, mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa gempa bumi ini. Hingga siang hari pasca-gempa, aktivitas masyarakat mulai berangsur normal kembali. Pendataan lanjutan masih terus dilakukan untuk memastikan tidak ada kerusakan infrastruktur publik yang terlewat, termasuk fasilitas pendidikan, kesehatan, dan jaringan jalan.

Analisis Kerawanan dan Rekomendasi Kewaspadaan Wilayah

Wilayah Sulawesi Barat dikenal memiliki seismisitas tinggi karena berada pada jalur Sesar Aktif Palu-Koro dan Sesar Naik Mamuju. Peristiwa gempa bumi M5,2 di Majene ini menjadi pengingat akan potensi bencana serupa di masa depan. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dan tidak mempercayai isu tsunami palsu yang beredar di media sosial.

Dalam konteks penanggulangan bencana, Pemerintah Daerah Kabupaten Majene perlu memperkuat mitigasi struktural, seperti sosialisasi jalur evakuasi dan penyediaan titik kumpul, khususnya di Kecamatan Ulumanda dan Sendana yang menjadi episentrum kerusakan. Selain itu, koordinasi lintas sektor antara BPBD, TNI-Polri, dan dinas terkait harus terus dioptimalkan untuk mempercepat respons pada kejadian serupa.

Sebagai catatan strategis, Pemerintah Daerah Kabupaten Majene dan Provinsi Sulawesi Barat disarankan untuk mengintegrasikan data kerawanan gempa bumi ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Induk Penanggulangan Bencana (RIPB). Langkah preventif seperti penguatan bangunan publik dan edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat perlu dijadikan prioritas, mengingat letak geografis wilayah yang rentan terhadap guncangan gempa bumi.

Entitas dalam Berita
Tokoh: Iskandar
Organisasi: BMKG, BPBD Majene, TNI-Polri
Lokasi: Majene, Sulawesi Barat, Kecamatan Ulumanda, Sendana, Mamuju
Berita Terkait