|  Indonesia, WIB
Beranda › Regional › Gempa M5,2 Guncang Garut, BPBD Laporkan Kerusakan Rumah Warga
Regional

Gempa M5,2 Guncang Garut, BPBD Laporkan Kerusakan Rumah Warga

Gempa M5,2 Guncang Garut, BPBD Laporkan Kerusakan Rumah Warga

Gempa bumi M5,2 mengguncang Kabupaten Garut pada 13 Oktober 2026, menyebabkan 49 rumah rusak di Kecamatan Cikajang dan Cisurupan serta dua warga luka ringan. BPBD bersama TNI dan Polri telah melakukan evakuasi dan mendirikan pos pengungsian yang menampung 84 jiwa. Pemerintah daerah perlu meningkatkan pemetaan kerawanan dan mitigasi struktural untuk menghadapi potensi gempa di zona selatan Garut.

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,2 mengguncang wilayah Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, pada Senin, 13 Oktober 2026, pukul 09.14 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan pusat gempa berada di darat pada koordinat 7,34 derajat Lintang Selatan dan 107,85 derajat Bujur Timur, sekitar 18 kilometer tenggara Garut, dengan kedalaman 42 kilometer. Guncangan dirasakan di Kecamatan Cikajang, Cisurupan, dan Pameungpeuk dalam skala intensitas III-IV MMI. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut segera melakukan pemetaan kerawanan dan mengaktifkan posko tanggap darurat untuk merespons dampak bencana.

Analisis Kerawanan Wilayah Pasca Gempa Garut

Berdasarkan laporan awal dari BPBD Kabupaten Garut, dampak kerusakan bangunan terkonsentrasi di dua kecamatan yang berada di zona kerawanan gempa tinggi, yaitu Kecamatan Cikajang dan Kecamatan Cisurupan. Data kerusakan yang berhasil dihimpun menunjukkan:

  • Kecamatan Cikajang: 37 unit rumah warga mengalami rusak ringan, terutama pada bagian atap dan dinding. Kerusakan ini terjadi di beberapa desa yang berada di lereng perbukitan dengan struktur tanah yang labil.
  • Kecamatan Cisurupan: 12 unit rumah warga dilaporkan mengalami rusak sedang, dengan retakan struktural pada tembok dan pondasi. Dua warga mengalami luka ringan akibat tertimpa material bangunan dan telah mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Cisurupan.
  • Kecamatan Pameungpeuk: meskipun guncangan dirasakan, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan signifikan. Namun, kawasan pesisir selatan Garut tetap menjadi perhatian mengingat potensi bahaya ikutan seperti longsor dan tsunami lokal.

Total warga terdampak mencapai 84 jiwa dari 31 kepala keluarga yang diungsikan ke pos pengungsian sementara di halaman Kantor Kecamatan Cikajang. Proses evakuasi dilakukan secara terkoordinasi oleh BPBD bersama aparat keamanan dan relawan desa. Pemetaan kerawanan lanjutan diperlukan untuk mengidentifikasi titik-titik rawan lainnya di wilayah Garut selatan yang dikenal aktif secara seismik.

Langkah Penanganan dan Evakuasi oleh BPBD

BPBD Kabupaten Garut bergerak cepat dengan mendirikan posko tanggap darurat di titik terdampak. Kapolres Garut bersama jajaran TNI dan Dinas Sosial turun langsung melakukan pendataan kerugian material serta distribusi logistik berupa sembako, selimut, dan perlengkapan tidur bagi para pengungsi. Tim reaksi cepat BPBD juga melakukan asesmen terhadap bangunan publik seperti sekolah dan puskesmas untuk memastikan keamanan sebelum digunakan kembali.

  • Pos pengungsian di Kecamatan Cikajang menyediakan layanan kesehatan dasar, dapur umum, dan fasilitas air bersih. Dua korban luka ringan di Kecamatan Cisurupan telah mendapat perawatan intensif di puskesmas setempat dan dalam kondisi stabil.
  • BMKG mengimbau warga untuk tetap tenang dan menjauhi bangunan yang mengalami retakan karena potensi gempa susulan masih ada. Informasi resmi dapat dipantau melalui kanal komunikasi BPBD Garut dan BMKG.
  • Proses evakuasi dan pendataan terus berlangsung hingga seluruh wilayah terdampak terverifikasi. Petugas gabungan juga melakukan sosialisasi mitigasi bencana kepada masyarakat di lokasi pengungsian.

Berdasarkan pengalaman gempa sebelumnya, wilayah Garut bagian selatan termasuk dalam kategori kerawanan tinggi. Oleh karena itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Garut disarankan untuk segera menyusun peta rawan gempa berbasis mikrozonasi, memperkuat konstruksi bangunan tahan gempa pada fasilitas umum dan rumah warga, serta mengaktifkan program desa tangguh bencana. Langkah strategis ini penting untuk mengurangi risiko korban jiwa dan kerugian material pada kejadian serupa di masa mendatang.

Entitas dalam Berita
Organisasi: BMKG, BPBD Kabupaten Garut, TNI, Dinas Sosial, Puskesmas Cisurupan
Lokasi: Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kecamatan Cikajang, Kecamatan Cisurupan, Kecamatan Pameungpeuk, Kantor Kecamatan Cikajang
Berita Terkait