Pada Minggu, 11 Oktober 2026 pukul 05.30 WITA, Gunung Lewotobi Laki-Laki yang terletak di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami erupsi besar yang memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi 4.000 meter di atas puncak atau sekitar 6.584 meter di atas permukaan laut. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa erupsi disertai gemuruh dan luncuran lava pijar yang terlihat hingga radius tiga kilometer dari kawah. Status Gunung Lewotobi Laki-Laki masih dipertahankan pada level IV (Awas), menandakan tingkat ancaman tertinggi bagi wilayah sekitarnya.
Dampak dan Upaya Penanganan di Wilayah Terdampak
Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur, sebanyak 450 jiwa dari tiga desa di Kecamatan Wulanggitang, yaitu Desa Dulipali, Boru, dan Hokeng, telah dievakuasi ke tiga titik pengungsian yang telah disiapkan. Pemerintah Kabupaten Flores Timur melalui Dinas Sosial segera mendistribusikan bantuan darurat berupa masker, makanan siap saji, dan air bersih kepada para pengungsi. Bupati Flores Timur juga mengeluarkan surat edaran yang meliburkan sementara seluruh kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah yang berada dalam zona rawan bencana.
Untuk memperkuat koordinasi penanganan darurat, pos komando tanggap darurat didirikan di Kantor Kecamatan Wulanggitang. Posko ini menjadi pusat kendali yang melibatkan PVMBG, BPBD, TNI, Polri, dan relawan kemanusiaan dalam melakukan pemantauan, evakuasi, serta distribusi logistik. PVMBG merekomendasikan agar masyarakat dan pengunjung tidak melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi, serta radius enam kilometer pada arah barat laut dan utara. Masyarakat juga diimbau mewaspadai potensi lahar hujan jika terjadi hujan deras di sekitar aliran sungai yang berhulu di puncak gunung.
- Jumlah pengungsi: 450 jiwa dari Desa Dulipali, Boru, dan Hokeng
- Titik evakuasi: tiga lokasi pengungsian yang disiapkan BPBD Flores Timur
- Bantuan didistribusikan: masker, makanan siap saji, dan air bersih
- Posko tanggap darurat: Kantor Kecamatan Wulanggitang
Rekomendasi dan Catatan Strategis bagi Pemerintah Daerah
Pemerintah Kabupaten Flores Timur perlu terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki yang masih berstatus Awas. Koordinasi lintas sektor antara PVMBG, BPBD, TNI, Polri, dan dinas terkait harus diperkuat untuk mengantisipasi potensi eskalasi erupsi dan dampak lanjutan seperti lahar hujan. Selain itu, percepatan distribusi bantuan dan penyediaan layanan kesehatan di lokasi pengungsian menjadi prioritas agar kondisi pengungsi tetap terkendali. Pemerintah daerah juga disarankan menyusun rencana kontingensi jangka panjang, termasuk relokasi permukiman di zona merah, guna mengurangi risiko bencana di masa mendatang.