Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Dedi Mulyana, melaporkan bahwa lima desa di Kecamatan Cikidang saat ini terisolir akibat longsor susulan yang terjadi pada Sabtu malam, 10 Oktober 2026. Material tanah dan bebatuan menutup akses jalan yang menghubungkan Desa Cikiray, Sukamaju, Cikidang, Pangkalan, dan Margalaksana. Tim BPBD bersama TNI-Polri dan relawan telah dikerahkan untuk membuka akses darurat menggunakan alat berat. Peristiwa ini merupakan longsor ketiga di Kabupaten Sukabumi selama bulan Oktober 2026, setelah sebelumnya terjadi di Kecamatan Simpenan dan Nyalindung, yang menunjukkan peningkatan kerawanan bencana di wilayah selatan.
Analisis Kerawanan Wilayah: Faktor Hidrometeorologi dan Dampak Teritorial
Berdasarkan data Pusdalops BPBD Sukabumi, longsor susulan dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah selatan Sukabumi sejak dua hari terakhir. Intensitas hujan mencapai 150 mm per hari, melampaui ambang normal dan menyebabkan tanah jenuh. Kondisi ini memicu longsor di beberapa titik yang sebelumnya telah teridentifikasi sebagai zona merah oleh Dinas PUPR. Adapun rincian wilayah dan dampak yang tercatat di lapangan meliputi:
- Desa terisolir: Cikiray, Sukamaju, Cikidang, Pangkalan, dan Margalaksana
- Jumlah pengungsi: 37 kepala keluarga (sekitar 120 jiwa) yang kini mengungsi ke balai desa dan rumah kerabat
- Material longsor menutup akses sepanjang 250 meter dengan ketebalan antara dua hingga lima meter
- Satu posko kesehatan darurat telah didirikan di lokasi pengungsian untuk mengantisipasi gangguan kesehatan akibat bencana
Respons Tanggap Darurat dan Rekomendasi Mitigasi Bencana
Pemerintah Kabupaten Sukabumi menetapkan status tanggap darurat bencana selama tujuh hari ke depan. Dinas PUPR telah menerjunkan alat berat untuk membersihkan material longsor dan membuka akses jalan. Masyarakat diimbau menjauhi tebing-tebing rawan serta mematuhi arahan petugas untuk menghindari korban tambahan. Hingga Minggu pagi, belum ada laporan korban jiwa, namun BPBD terus memantau pergerakan tanah di sekitar lokasi. Sebagai langkah strategis, pemerintah daerah perlu memperkuat sistem peringatan dini berbasis komunitas serta melakukan pemetaan ulang zona rawan longsor di Kecamatan Cikidang dan sekitarnya. Integrasi data hidrometeorologi dengan rencana tata ruang wilayah diharapkan dapat mengurangi risiko bencana serupa di masa depan. Selain itu, penguatan infrastruktur jalan dan drainase di kawasan perbukitan menjadi prioritas untuk menjaga aksesibilitas dan keamanan teritorial warga.