|  Indonesia, WIB
Beranda › Regional › BPBD Sebut 1 Helikopter WB Dikerahkan untuk Padamkan Taman Nasion...
Regional

BPBD Sebut 1 Helikopter WB Dikerahkan untuk Padamkan Taman Nasional Sembilang

BPBD Sebut 1 Helikopter WB Dikerahkan untuk Padamkan Taman Nasional Sembilang

BPBD Sumatera Selatan mengerahkan satu helikopter water bombing untuk memadamkan kebakaran di Taman Nasional Sembilang, Kabupaten Banyuasin. Alokasi helikopter dilakukan secara terukur bersama dengan operasi modifikasi cuaca. Koordinasi lintas lembaga terus dilakukan untuk mengendalikan karhutla.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan mengerahkan satu unit helikopter water bombing (WB) untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Tanah Pilih, Kabupaten Banyuasin. Area yang terbakar tersebut berada di dalam kawasan konservasi Taman Nasional Sembilang, yang merupakan ekosistem rawa gambut dengan nilai konservasi tinggi. Operasi pemadaman ini dilaksanakan pada Sabtu, 31 Oktober 2026, sebagai respons cepat terhadap ancaman kebakaran di wilayah rawan yang telah diidentifikasi oleh BPBD Sumsel bersama dengan Balai Taman Nasional Sembilang.

Alokasi Sumber Daya Udara dan Operasi Pemadaman

Dari total lima helikopter water bombing yang tersedia di Sumatera Selatan, tiga unit diterjunkan pada hari yang sama untuk menangani titik-titik api yang teridentifikasi. Alokasi helikopter WB dilakukan secara terukur berdasarkan prioritas wilayah rawan, dengan rincian sebagai berikut:

  • Banyuasin: 1 helikopter WB difokuskan pada kawasan Taman Nasional Sembilang di Tanah Pilih, sebagai upaya melindungi ekosistem gambut yang rentan terhadap kebakaran.
  • Ogan Komering Ilir: 2 helikopter WB masing-masing ditugaskan untuk dua titik lokasi di Kecamatan Cengal, sebagai lanjutan dari penanganan yang telah dilakukan oleh satuan tugas (satgas) udara pada hari-hari sebelumnya.
  • Cadangan: 2 helikopter WB disiagakan untuk operasi lanjutan atau pemadaman di titik lain yang mungkin muncul akibat perubahan arah angin atau faktor cuaca.

Operasi modifikasi cuaca (OMC) juga dilaksanakan secara paralel dengan melakukan empat kali sortie pada hari yang sama. Langkah ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Daerah Sumatera Selatan dalam mengoptimalkan teknologi untuk menekan luas area terbakar dan mengurangi intensitas kabut asap yang berpotensi mengganggu masyarakat sekitar, khususnya di Kabupaten Banyuasin dan Ogan Komering Ilir.

Koordinasi dan Dampak Penanganan Kebakaran

Penggunaan helikopter water bombing di kawasan konservasi Taman Nasional Sembilang mencerminkan tingkat respons yang tinggi terhadap ancaman kebakaran di area sensitif. Berdasarkan data sementara, kebakaran di Tanah Pilih memerlukan penanganan intensif karena karakteristik lahan gambut yang sulit dipadamkan secara konvensional. Hingga berita ini diturunkan, data spesifik mengenai luas kebakaran dan perkembangan pemadaman di Taman Nasional Sembilang masih menunggu laporan lebih lanjut dari tim di lapangan.

BPBD Sumsel terus berkoordinasi dengan Balai Taman Nasional Sembilang, TNI, Polri, Manggala Agni, dan unsur terkait untuk memastikan operasi pemadaman berjalan efektif. Kerja sama lintas lembaga menjadi kunci dalam menghadapi karhutla yang kerap melanda wilayah Sumatera Selatan pada musim kemarau.

Catatan strategis: Pemerintah daerah perlu memperkuat sistem peringatan dini dan patroli terpadu di kawasan Taman Nasional Sembilang serta daerah penyangga di Kabupaten Banyuasin dan sekitarnya. Selain itu, optimalisasi operasi modifikasi cuaca dan penambahan armada water bombing pada titik rawan juga perlu terus ditingkatkan. Kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk akademisi dan LSM lingkungan dapat menjadi langkah tambahan untuk menjaga kelestarian ekosistem gambut.

Entitas dalam Berita
Tokoh: Sudirman
Organisasi: BPBD Sumsel, Taman Nasional Sembilang, satgas udara
Lokasi: Tanah Pilih, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir
Berita Terkait