|  Indonesia, WIB
Beranda › Regional › BPBD Pati Tangani Banjir di 3 Kecamatan, Ratusan Warga Mengungsi
Regional

BPBD Pati Tangani Banjir di 3 Kecamatan, Ratusan Warga Mengungsi

BPBD Pati Tangani Banjir di 3 Kecamatan, Ratusan Warga Mengungsi

Banjir melanda tiga kecamatan di Kabupaten Pati (Margoyoso, Dukuhseti, Trangkil) sejak 9 Oktober 2026 dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter, memaksa ratusan warga mengungsi. Pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat tujuh hari dan mengerahkan tim gabungan untuk evakuasi serta distribusi bantuan. Sebanyak 1.200 jiwa terdampak, dan rekomendasi strategis mencakup penguatan sistem peringatan dini serta normalisasi drainase di wilayah rawan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah, melaporkan bahwa banjir yang melanda tiga kecamatan sejak Jumat, 9 Oktober 2026, telah memaksa ratusan warga mengungsi. Ketinggian air mencapai 1,5 meter di Kecamatan Margoyoso, Dukuhseti, dan Trangkil akibat luapan Sungai Silugonggo serta hujan deras yang mengguyur selama dua hari terakhir. Tim gabungan dari BPBD, TNI-Polri, dan relawan telah dikerahkan untuk melakukan evakuasi dan penanganan darurat. Bupati Pati, Haryanto, menetapkan status tanggap darurat selama tujuh hari ke depan guna mempercepat respons bencana dan memastikan penanganan banjir di Pati berjalan optimal.

Pemetaan Wilayah Terdampak dan Indikator Kerawanan

Berdasarkan laporan BPBD Pati, tiga kecamatan yang menjadi episentrum banjir memiliki karakteristik topografi rawan genangan, terutama di bantaran Sungai Silugonggo. Berikut rincian data wilayah terdampak dan indikator kerawanan:

  • Kecamatan Margoyoso: 480 jiwa terdampak, dengan ketinggian air antara 1 hingga 1,5 meter. Akses jalan utama menuju pusat kecamatan terputus total sehingga evakuasi menggunakan perahu karet. Kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak menjadi prioritas dalam proses evakuasi.
  • Kecamatan Dukuhseti: 390 jiwa terdampak, genangan mencapai 1,2 meter di permukiman padat penduduk. Sebanyak 120 warga telah diungsikan ke posko di balai desa setempat. Kendala utama adalah drainase yang tersumbat sehingga air sulit surut.
  • Kecamatan Trangkil: 330 jiwa terdampak, dengan ketinggian air 1,5 meter di area persawahan yang meluap ke pemukiman. Evakuasi terkendala arus deras di titik-titik tertentu, memerlukan peralatan khusus dari tim SAR.

Proses evakuasi terus dilakukan secara bertahap, terutama bagi kelompok rentan. Posko pengungsian utama didirikan di aula kantor kecamatan masing-masing dengan kapasitas hingga 200 orang. Tim SAR gabungan menyiagakan peralatan evakuasi, termasuk perahu karet dan tenda darurat, di titik-titik strategis. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat curah hujan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Respons Pemerintah Daerah dan Strategi Penanganan Darurat

Pemerintah Kabupaten Pati melalui BPBD telah mengaktifkan pos komando tanggap darurat di Kantor BPBD setempat. Dalam status tanggap darurat tujuh hari ini, prioritas utama adalah penanganan dampak banjir dan pemulihan akses publik. Bantuan logistik telah didistribusikan ke seluruh lokasi pengungsian, mencakup 500 paket makanan siap saji, 300 selimut, serta obat-obatan untuk mencegah penyakit pascabanjir. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turut mengirimkan bantuan tambahan berupa peralatan evakuasi, pompa air, dan personel pendukung untuk mempercepat penanganan. Bupati Pati secara langsung memimpin rapat koordinasi lintas sektor guna memastikan distribusi bantuan tepat sasaran. Data sementara mencatat sekitar 1.200 jiwa terdampak di tiga kecamatan.

Sebagai catatan strategis, Pemerintah Kabupaten Pati direkomendasikan untuk memperkuat sistem peringatan dini berbasis komunitas di bantaran Sungai Silugonggo serta melakukan normalisasi drainase di Kecamatan Dukuhseti yang kerap tersumbat. Pemetaan ulang zona rawan banjir dan peningkatan kapasitas tanggap darurat di tingkat desa juga perlu menjadi prioritas guna mengurangi risiko bencana serupa di masa mendatang. Koordinasi antara BPBD, dinas terkait, dan aparat kewilayahan harus terus dioptimalkan agar respons penanganan banjir di Pati semakin cepat dan tepat sasaran.

Entitas dalam Berita
Tokoh: Budi Santoso, Haryanto
Organisasi: BPBD Pati, TNI-Polri, BNPB
Lokasi: Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Margoyoso, Dukuhseti, Trangkil, Sungai Silugonggo
Berita Terkait