Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat melaporkan peningkatan jumlah rumah yang terdampak akibat bencana angin puting beliung yang melanda Kabupaten Bandung Barat. Data terbaru per Senin, 26 Oktober 2026, mencatat sebanyak 529 unit rumah mengalami kerusakan, bertambah dari laporan awal sebanyak 520 unit. Kejadian ini terkonsentrasi di Kecamatan Padalarang, dengan Desa Padalarang sebagai wilayah terdampak terparah. Juru Bicara BPBD Jawa Barat, Hadi Rahmat, menyampaikan bahwa angin kencang terjadi pada sore hari dan menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur permukiman serta fasilitas publik.
Rincian Kerusakan Infrastruktur Akibat Angin Puting Beliung
Berdasarkan laporan BPBD Jawa Barat, kerusakan di Desa Padalarang mencakup 398 unit rumah dengan klasifikasi sebagai berikut:
- Rumah rusak berat: 98 unit
- Rumah rusak sedang: 161 unit
- Rumah rusak ringan: 139 unit
Selain rumah tinggal, angin puting beliung juga merusak sejumlah fasilitas umum, seperti masjid, kantor kelurahan, dan bangunan operasional desa. Satu orang dilaporkan mengalami luka ringan akibat tertimpa material bangunan saat angin berlangsung. Total kerusakan di tingkat kabupaten meliputi 529 unit rumah, menandakan bahwa Desa Padalarang menyumbang mayoritas dampak bencana ini. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mencatat bahwa Kecamatan Padalarang merupakan salah satu wilayah dengan indeks kerawanan angin kencang yang tinggi, sehingga kejadian ini memperkuat data pemetaan risiko bencana di Jawa Barat.
Penanganan Darurat dan Respons Pemerintah Daerah
Hingga Rabu, 28 Oktober 2026, BPBD Provinsi Jawa Barat menyatakan bahwa belum ada pengungsian terpusat yang dilakukan. Korban dengan kerusakan berat belum dipindahkan ke lokasi aman karena masih dalam proses asesmen kebutuhan tempat tinggal sementara. Sebagai langkah awal, BPBD telah menyalurkan bantuan darurat berupa terpal dan logistik makanan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak. Koordinasi dengan pemerintah Kabupaten Bandung Barat terus dilakukan untuk memastikan penanganan berjalan optimal, termasuk penyediaan air bersih dan pelayanan kesehatan bagi korban luka ringan. Bantuan dari pemerintah provinsi juga dijadwalkan akan tiba dalam waktu dekat untuk mendukung rehabilitasi awal.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi pemerintah daerah untuk memperkuat sistem mitigasi bencana angin puting beliung di wilayah rawan seperti Kecamatan Padalarang. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat disarankan untuk melakukan pemetaan kerawanan angin kencang secara periodik serta mengedukasi masyarakat tentang langkah antisipasi, seperti penguatan struktur bangunan dan penyediaan jalur evakuasi. Percepatan rehabilitasi rumah rusak dan penyediaan lokasi pengungsian sementara perlu menjadi prioritas guna mengurangi risiko lebih lanjut. Selain itu, sinergi antara BPBD, dinas sosial, dan perangkat desa sangat diperlukan untuk memastikan data kerusakan akurat serta distribusi bantuan tepat sasaran. Langkah-langkah strategis ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana serupa di masa mendatang.