Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memutakhirkan peta kerawanan tanah longsor pada Selasa, 13 Oktober 2026. Pemutakhiran ini menetapkan 14 kecamatan prioritas dengan tingkat kerawanan longsor tinggi di wilayah Kabupaten Bogor. Langkah ini menjadi dasar bagi sistem peringatan dini dan penanganan bencana longsor di daerah tersebut. Beberapa kecamatan yang masuk prioritas antara lain Sukamakmur, Cigudeg, Nanggung, Pamijahan, dan Tenjolaya.
Pemetaan rawan longsor tersebut menggunakan data kemiringan lereng, curah hujan, dan pergerakan tanah yang diperoleh dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). BPBD Kabupaten Bogor mencatat sebanyak 18.500 jiwa terpapar risiko permukiman di daerah lereng. Oleh karena itu, pemerintah kecamatan diminta untuk mengaktifkan sistem peringatan dini berbasis masyarakat serta menetapkan jalur evakuasi sementara sebagai langkah antisipasi. Warga yang tinggal di tebing dengan tingkat kestabilan rendah disarankan segera mengungsi ketika curah hujan melebihi 100 milimeter per hari.
Pemetaan Kerawanan Longsor di 14 Kecamatan
BPBD Kabupaten Bogor merinci indikator yang digunakan dalam pemetaan kerawanan longsor. Indikator tersebut meliputi:
- Kemiringan lereng yang curam di wilayah perbukitan dan pegunungan.
- Curah hujan harian yang tinggi, terutama pada musim hujan.
- Pergerakan tanah yang terpantau dari data PVMBG.
Berdasarkan indikator tersebut, 14 kecamatan ditetapkan sebagai prioritas penanganan rawan longsor. Beberapa di antaranya adalah Kecamatan Sukamakmur, Cigudeg, Nanggung, Pamijahan, dan Tenjolaya. Seluruh kecamatan tersebut tersebar di wilayah tengah dan selatan Kabupaten Bogor yang memiliki topografi berbukit dan berlereng curam.
Penanganan Longsor di Desa Cibadak, Sukamakmur
Menindaklanjuti hasil pemetaan rawan longsor, BPBD Kabupaten Bogor juga menangani kejadian longsor di Desa Cibadak, Kecamatan Sukamakmur, pada Senin, 12 Oktober 2026, sekitar pukul 15.40 WIB. Material lumpur dan batu menutup badan jalan sepanjang 40 meter serta merusak lima rumah warga. Satu keluarga berjumlah empat orang dievakuasi ke rumah kerabat di Desa Sukamakmur untuk menghindari risiko longsor susulan.
Sejak Selasa pagi, alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor dikerahkan ke lokasi untuk membersihkan material longsor dan membuka akses antar-desa. Proses evakuasi dan pembersihan dilakukan secara bertahap dengan koordinasi antara BPBD, pemerintah kecamatan, dan perangkat desa. Akses jalan yang sempat terputus menjadi prioritas agar distribusi bantuan dan mobilitas warga dapat kembali normal.
BPBD Kabupaten Bogor mengimbau masyarakat di daerah rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan tanda-tanda pergerakan tanah kepada aparat desa setempat. Koordinasi yang cepat antara warga dan petugas menjadi kunci dalam mempercepat proses evakuasi apabila terjadi longsor susulan. Pemetaan ini diharapkan menjadi instrumen mitigasi yang efektif untuk mengurangi risiko bencana di Kabupaten Bogor.
Sebagai catatan strategis, Pemerintah Kabupaten Bogor perlu mengintegrasikan peta kerawanan longsor ke dalam perencanaan tata ruang dan tata wilayah, khususnya untuk mengendalikan permukiman di daerah berlereng curam. Penguatan kapasitas desa tangguh bencana dan optimalisasi sistem peringatan dini berbasis masyarakat juga perlu menjadi prioritas agar risiko longsor dapat ditekan secara berkelanjutan.