Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, telah berdampak pada 1.417 kepala keluarga di delapan desa yang tersebar di tiga kecamatan. Dua warga dilaporkan meninggal dunia akibat peristiwa tersebut. Hal ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam konferensi pers di Jakarta pada Senin (2/11/2026). Bencana ini menambah daftar panjang kejadian hidrometeorologi ekstrem yang kerap melanda wilayah lereng di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Lumajang yang berada di zona kerawanan tinggi tanah longsor. Laporan ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk menyusun strategi mitigasi yang lebih efektif ke depannya.
Detail Wilayah Terdampak dan Korban Jiwa
Berdasarkan laporan BNPB, berikut rincian wilayah terdampak dan korban jiwa akibat bencana tanah longsor di Lumajang:
- Total kepala keluarga terdampak: 1.417 KK
- Delapan desa di tiga kecamatan mengalami dampak langsung
- Korban jiwa: Imron (40 tahun) dan putrinya Hilya (9 tahun), warga Dusun Jonggrang, Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo
- Kejadian longsor dipicu hujan lebat yang mengguyur sejak Jumat malam (30/10/2026) pukul 20.00 hingga 23.00 WIB
Longsor terjadi pada Sabtu dini hari (31/10/2026) sekitar pukul 01.00 WIB. Sang ibu dari korban Hilya berhasil selamat dari kejadian nahas tersebut. Peristiwa ini menunjukkan kerentanan pemukiman di lereng perbukitan terhadap longsor yang dipicu oleh curah hujan tinggi. Data ini penting untuk evaluasi tata ruang wilayah dan penentuan lokasi relokasi warga di masa mendatang.
Respons Penanganan Darurat dan Upaya Pemulihan Bencana
Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (TRC-BPBD) telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Fokus utama pemulihan bencana saat ini adalah pembukaan akses jalan tembus Taman Sari Ibu Raja yang tertutup material longsor, serta pendataan warga terdampak untuk memastikan distribusi bantuan berjalan tepat sasaran. TRC-BPBD juga melakukan asesmen cepat kerusakan rumah dan fasilitas umum untuk mendukung perencanaan pemulihan. Pemerintah daerah setempat terus berkoordinasi dengan BNPB untuk mempercepat proses pemulihan dan rehabilitasi infrastruktur publik yang rusak.
Bencana di Kabupaten Lumajang ini kembali menegaskan perlunya penguatan mitigasi bencana di wilayah rawan longsor, khususnya di daerah lereng. Pemerintah daerah perlu melakukan pemetaan kerawanan yang lebih komprehensif, memperkuat sistem peringatan dini, serta mengintegrasikan pengurangan risiko bencana dalam tata ruang wilayah. Upaya pemulihan bencana tidak hanya terbatas pada rehabilitasi infrastruktur, tetapi juga harus mencakup pemulihan sosial ekonomi masyarakat terdampak dan peningkatan kapasitas komunitas dalam menghadapi bencana serupa di masa depan. Rekomendasi strategis bagi Pemerintah Kabupaten Lumajang dan Provinsi Jawa Timur adalah segera menyusun rencana aksi mitigasi jangka panjang yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat dan sektor swasta. Penguatan sinergi antara pemerintah daerah, BNPB, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun ketangguhan bencana di Lumajang. Selain itu, edukasi kebencanaan kepada masyarakat perlu digalakkan untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan.