|  Indonesia, WIB
Beranda › Regional › Banjir Bandung Rendam Puluhan Ribu Rumah, BPBD Tetapkan Tanggap D...
Regional

Banjir Bandung Rendam Puluhan Ribu Rumah, BPBD Tetapkan Tanggap Darurat

Banjir Bandung Rendam Puluhan Ribu Rumah, BPBD Tetapkan Tanggap Darurat

Banjir besar akibat luapan Sungai Citarum merendam lebih dari 20.000 rumah di tiga kecamatan Kabupaten Bandung, yaitu Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang. Pemerintah Kabupaten Bandung menetapkan status tanggap darurat selama tujuh hari untuk memobilisasi sumber daya penanganan bencana. BPBD mengimbau kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan dan merekomendasikan pemetaan ulang kawasan rawan banjir sebagai langkah mitigasi strategis.

Banjir besar melanda wilayah Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, sejak Rabu malam, 23 Oktober 2024, akibat hujan deras yang memicu luapan Sungai Citarum. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat mencatat lebih dari 20.000 unit rumah terendam di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang. Menanggapi situasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bandung menetapkan status tanggap darurat bencana banjir selama tujuh hari ke depan, yang memungkinkan mobilisasi sumber daya secara optimal dan akses cepat ke dana cadangan bencana daerah.

Dampak Banjir dan Respons Penanganan Darurat

Berdasarkan data BPBD Jawa Barat, sebaran dampak banjir di Kabupaten Bandung mencakup:

  • Kecamatan Dayeuhkolot: lebih dari 9.000 rumah terendam dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter di beberapa titik.
  • Kecamatan Baleendah: sekitar 7.500 rumah terendam, sebagian besar di kelurahan yang berbatasan langsung dengan Sungai Citarum.
  • Kecamatan Bojongsoang: lebih dari 4.000 rumah terdampak, termasuk fasilitas umum seperti sekolah dan pasar tradisional.

Pemerintah Kabupaten Bandung bersama BPBD Jawa Barat mengerahkan tim reaksi cepat untuk evakuasi warga dan pendirian posko pengungsian. Sebanyak 15 posko disiapkan di lokasi aman dengan layanan kesehatan, dapur umum, dan logistik dasar. Dukungan dari TNI dan Polri dikerahkan untuk membantu distribusi bantuan dan menjaga keamanan wilayah terdampak. Status tanggap darurat yang ditetapkan selama tujuh hari memungkinkan mobilisasi sumber daya secara optimal dan akses cepat ke dana cadangan bencana daerah.

Kerugian Material dan Kewaspadaan Bencana Susulan

Berdasarkan estimasi awal BPBD, kerugian material akibat banjir Bandung ditaksir mencapai Rp50 miliar, mencakup kerusakan rumah, infrastruktur jalan, jaringan listrik, dan lahan pertanian. Pemerintah Kabupaten Bandung telah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum untuk segera melakukan asesmen infrastruktur vital di tiga kecamatan terdampak. Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan dengan intensitas tinggi masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan, meningkatkan risiko banjir susulan dan longsor di daerah aliran Sungai Citarum. BPBD mengimbau warga di sekitar bantaran sungai untuk tetap waspada dan segera mengungsi jika ketinggian air meningkat. Pemerintah daerah juga mengaktifkan sistem peringatan dini tingkat kelurahan dan memperkuat koordinasi dengan satuan tugas kebencanaan setempat.

Sebagai catatan strategis, Pemerintah Kabupaten Bandung direkomendasikan untuk segera melakukan pemetaan ulang kawasan rawan banjir di wilayah hilir Sungai Citarum, khususnya di Kecamatan Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang. Peningkatan kapasitas infrastruktur drainase perkotaan dan normalisasi sungai menjadi langkah prioritas guna mengurangi risiko bencana serupa di masa mendatang. Koordinasi lintas sektor antara pemerintah daerah, BPBD, dan instansi terkait perlu diperkuat untuk memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir susulan serta meminimalkan dampak sosial-ekonomi di wilayah terdampak.

Entitas dalam Berita
Organisasi: BPBD, Pemerintah Kabupaten Bandung, TNI, Polri, BMKG
Lokasi: Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sungai Citarum, Dayeuhkolot, Baleendah, Bojongsoang
Berita Terkait