|  Indonesia, WIB
Beranda Regional Tim SAR Perluas Pencarian di NTT Setelah Akses Longsor Terbuka
Regional

Tim SAR Perluas Pencarian di NTT Setelah Akses Longsor Terbuka

Tim SAR Perluas Pencarian di NTT Setelah Akses Longsor Terbuka

Tim SAR Gabungan memperluas pencarian korban gempa magnitudo 7,7 di NTT setelah akses jalan longsor menuju Reo, Manggarai, berhasil dibuka. Fokus operasi berada di Kota Mbay (Nagekeo) dan Reo (Manggarai) dengan koordinasi kuat antara Kantor SAR Maumere, BPBD, dan pemerintah daerah. Pemerintah daerah disarankan untuk memetakan kerawanan longsor susulan dan mempercepat rehabilitasi infrastruktur transportasi.

Operasi pencarian dan pertolongan korban gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026, memasuki hari kedua pada Minggu, 16 Agustus 2026. Tim SAR Gabungan yang dipimpin oleh Kantor SAR Maumere melalui Kepala Kantor Fathur Rahman memfokuskan upaya di dua wilayah utama terdampak, yaitu Kota Mbay di Kabupaten Nagekeo dan kawasan Reo di Kabupaten Manggarai. Pusat gempa dilaporkan berada di 30 km arah Timur Laut Kota Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 km. Pemerintah daerah setempat dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memantau perkembangan situasi untuk mempercepat penanganan bencana.

Perluasan Jangkauan Pencarian dan Akses Longsor

Kemajuan signifikan dilaporkan dengan berhasil dibukanya akses jalan darat menuju wilayah Reo, Kabupaten Manggarai, yang sebelumnya terhambat material longsor akibat guncangan gempa. Pembukaan akses ini memungkinkan Tim Rescue Pos SAR Manggarai Barat untuk memasuki wilayah tersebut dan memperluas jangkauan penyisiran serta pendataan terhadap warga terdampak. Operasi pencarian korban kini dapat menjangkau titik-titik yang sebelumnya terisolasi, terutama di permukiman padat penduduk yang berada di lereng perbukitan.

Upaya ini merupakan bagian dari langkah percepatan penanganan pasca-bencana yang melanda Flores. Tim SAR melaporkan bahwa kondisi medan di beberapa lokasi masih rawan gerakan tanah susulan, sehingga prosedur keselamatan diperketat bagi personel yang melakukan penyisiran. Selain itu, distribusi logistik dan kebutuhan dasar bagi pengungsi juga mulai dikoordinasikan bersama instansi terkait.

Koordinasi dan Pemetaan Kerawanan Wilayah

Koordinator Posko Induk SAR Maumere menyebutkan bahwa sinergi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Nagekeo dan Kabupaten Manggarai terus diperkuat untuk memastikan seluruh wilayah terdampak dapat terjangkau. Berdasarkan data sementara dari BPBD setempat, wilayah yang masuk dalam kategori kerawanan tinggi meliputi:

  • Kota Mbay, Kabupaten Nagekeo – pusat gempa dengan kerusakan infrastruktur signifikan
  • Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai – akses longsor yang baru terbuka, rawan longsor susulan
  • Beberapa desa di pesisir utara Flores yang sempat terisolasi akibat putusnya jalan utama

Proses pencarian korban dilakukan secara intensif di titik-titik yang terindikasi terdapat reruntuhan bangunan. Tim SAR juga dibantu oleh relawan lokal dan personel TNI/Polri untuk mempercepat evakuasi. Alat berat mulai dikerahkan untuk membersihkan material longsor di beberapa ruas jalan provinsi yang masih tertutup.

Catatan strategis bagi pemerintah daerah: penting untuk segera melakukan asesmen terhadap kerentanan tanah pasca-gempa di wilayah perbukitan Kabupaten Nagekeo dan Manggarai, serta menyusun rencana kontinjensi untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi susulan. Koordinasi lintas sektor dan percepatan rehabilitasi akses transportasi menjadi prioritas untuk memulihkan mobilitas warga dan distribusi bantuan.

Entitas dalam Berita
Tokoh: Fathur Rahman
Organisasi: Tim SAR Gabungan, Kantor SAR Maumere, Tim Rescue Pos SAR Manggarai Barat
Lokasi: Nusa Tenggara Timur, Kota Mbay, Kabupaten Nagekeo, Reo, Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, Flores, Maumere
Berita Terkait