Bencana banjir besar melanda Kabupaten Demak, Jawa Tengah, menyusul jebolnya tanggul Sungai Serang pada Selasa dini hari, 25 Agustus 2026. Peristiwa tersebut mengakibatkan lima kecamatan tergenang air dengan ketinggian signifikan, memaksa ribuan warga mengungsi ke lokasi aman. Pemerintah Kabupaten Demak melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama aparat keamanan dan relawan telah bergerak cepat melakukan upaya penanganan darurat. Berdasarkan laporan sementara, jumlah warga yang terdampak mencapai lebih dari 11.200 jiwa, dan ketinggian air di beberapa titik mencapai 1,5 meter.
Kronologi dan Dampak Bencana di Lima Kecamatan
Tanggul Sungai Serang dilaporkan jebol sepanjang 30 meter pada pukul 02.00 WIB, menyebabkan debit air meluap dengan cepat ke pemukiman dan lahan pertanian di sekitarnya. Lima kecamatan yang terdampak langsung meliputi:
- Kecamatan Karanganyar
- Kecamatan Gajah
- Kecamatan Dempet
- Kecamatan Mijen
- Kecamatan Karangawen
Menurut data BPBD Kabupaten Demak, banjir ini tidak hanya merendam ribuan rumah, tetapi juga menggenangi lahan pertanian dan tambak ikan yang menjadi sumber mata pencaharian utama warga. Aktivitas ekonomi di lima kecamatan tersebut lumpuh sementara, sementara akses jalan utama di beberapa desa terputus akibat genangan air. Warga yang mengungsi tersebar di balai desa, masjid, dan tenda pengungsian darurat yang didirikan di titik-titik aman seperti dataran tinggi di sekitar wilayah.
Langkah Penanganan dan Status Tanggap Darurat
Pemerintah Kabupaten Demak segera menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari melalui Keputusan Bupati Demak Nomor 360/2026. Bupati Demak, M. Natsir, menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk bergerak cepat membantu warga terdampak. BPBD bersama TNI/Polri serta relawan terus berupaya memperbaiki tanggul yang jebol menggunakan karung pasir dan cerucuk bambu sebagai langkah darurat. Dinas Kesehatan Kabupaten Demak membuka posko kesehatan di setiap lokasi pengungsian untuk mencegah penyakit pasca-banjir seperti diare dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berjanji menyalurkan bantuan logistik berupa makanan siap saji, air bersih, serta perahu karet untuk mendukung evakuasi warga yang masih terjebak.
Sebagai catatan strategis, Pemerintah Daerah Kabupaten Demak bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah perlu mengevaluasi ketahanan infrastruktur tanggul di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Serang. Selain itu, penguatan sistem peringatan dini bencana serta peningkatan kapasitas evakuasi dan logistik di lokasi pengungsian menjadi prioritas dalam mitigasi bencana jangka panjang. Koordinasi lintas sektor yang erat antara BPBD, Dinas PUPR, dan Dinas Sosial juga diperlukan untuk meminimalkan dampak sosial ekonomi masyarakat terdampak, terutama dalam hal pemulihan lahan pertanian dan tambak pasca-banjir.