|  Indonesia, WIB
Beranda Regional Status Gunung Sinabung Naik ke Level III, BPBD Sumut Catat Logist...
Regional

Status Gunung Sinabung Naik ke Level III, BPBD Sumut Catat Logistik Jadi Kebutuhan Mendesak Pengungsi

Status Gunung Sinabung Naik ke Level III, BPBD Sumut Catat Logistik Jadi Kebutuhan Mendesak Pengungsi

Status Gunung Sinabung di Kabupaten Karo naik ke Level III (Siaga) pada 31 Agustus 2026 akibat peningkatan aktivitas vulkanik. Erupsi terpusat di Desa Kuta Tengah, berdampak pada 27 desa di lima kecamatan, dengan 211 KK atau 631 jiwa mengungsi. BPBD Sumut mencatat kebutuhan logistik sebagai prioritas utama dan telah mendistribusikan bantuan awal berupa tenda pengungsi.

Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental yang dilakukan oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, status Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, resmi dinaikkan dari Level II (Waspada) ke Level III (Siaga) terhitung sejak 31 Agustus 2026. Kenaikan status ini dipicu oleh peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan, dengan erupsi terpusat di Desa Kuta Tengah, Kecamatan Simpang Empat. Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara mencatat bahwa sebaran abu vulkanik akibat erupsi telah meluas dan berdampak langsung pada permukiman penduduk di lima kecamatan.

Dampak Wilayah dan Data Pengungsian

Paparan abu vulkanik Gunung Sinabung melanda 27 desa yang tersebar di lima kecamatan di Kabupaten Karo. Data terbaru dari BPBD Sumut mencatat jumlah pengungsi mencapai 211 Kepala Keluarga atau setara dengan 631 jiwa. Para pengungsi terpaksa meninggalkan hunian mereka dan mengungsi ke lokasi aman yang telah ditentukan oleh Pemerintah Kabupaten Karo. Berikut rincian wilayah terdampak:

  • 27 desa di Kabupaten Karo terdampak langsung paparan abu vulkanik
  • 5 kecamatan menjadi wilayah terdampak, dengan Kecamatan Simpang Empat sebagai pusat erupsi
  • Desa Kuta Tengah, Kecamatan Simpang Empat, menjadi titik episentrum erupsi
  • Jumlah pengungsi mencapai 211 KK atau 631 jiwa

Kebutuhan Logistik dan Penanganan Darurat

Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, menyatakan bahwa pemenuhan logistik menjadi kebutuhan paling mendesak bagi para pengungsi erupsi Gunung Sinabung di masa darurat ini. Sebagai langkah awal, BPBD Sumut telah mendistribusikan bantuan logistik fisik berupa tujuh unit tenda pengungsi ke lokasi bencana. Bantuan ini selanjutnya akan dikoordinasikan lebih lanjut oleh BPBD Kabupaten Karo untuk memastikan distribusi tepat sasaran dan efektif sesuai kebutuhan di lapangan.

Pemerintah daerah melalui BPBD Kabupaten Karo diimbau untuk terus melakukan asesmen kebutuhan logistik secara berkala, terutama kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, serta perlengkapan kesehatan. Koordinasi lintas sektor dengan Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan TNI/Polri perlu diperkuat guna mengantisipasi potensi peningkatan jumlah pengungsi dan memperluas cakupan layanan darurat. Perhatian khusus juga perlu diberikan pada kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil di lokasi pengungsian. Langkah ini menjadi catatan strategis bagi Pemerintah Kabupaten Karo untuk memastikan penanganan bencana erupsi Gunung Sinabung berjalan efektif dan berkelanjutan.

Entitas dalam Berita
Tokoh: Sri Wahyuni Pancasilawati
Organisasi: BPBD Sumut, BPBD Kabupaten Karo, Pusdalops BPBD Provinsi Sumatera Utara
Lokasi: Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Desa Kuta Tengah, Kecamatan Simpang Empat
Berita Terkait