|  Indonesia, WIB
Beranda Regional Semeru lima kali erupsi dengan tinggi letusan hingga 700 meter
Regional

Semeru lima kali erupsi dengan tinggi letusan hingga 700 meter

Semeru lima kali erupsi dengan tinggi letusan hingga 700 meter

Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami lima kali erupsi pada 3 Agustus 2026 dengan kolom abu mencapai 700 meter. Status gunung tetap Siaga (Level III) dengan zona bahaya meliputi radius 5 km dari kawah dan sepanjang 13 km di aliran Besuk Kobokan. Pemerintah daerah diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman awan panas, guguran lava, dan lahar di sejumlah sungai berhulu di gunung tersebut.

Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan. Pada Senin, 3 Agustus 2026, gunung api tertinggi di Pulau Jawa tersebut tercatat mengalami lima kali erupsi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui Pos Pengamatan Gunung Semeru melaporkan tinggi kolom letusan berkisar antara 300 hingga 700 meter di atas puncak, dengan erupsi pertama terjadi pada pukul 00.18 WIB yang memuntahkan abu vulkanik setinggi 500 meter ke arah utara.

Status Siaga dan Zona Bahaya Erupsi

Status aktivitas Gunung Semeru tetap ditetapkan pada Level III (Siaga) sesuai dengan pemantauan intensif yang dilakukan oleh petugas. Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, menyampaikan rekomendasi resmi PVMBG yang wajib menjadi perhatian utama pemerintah daerah dan masyarakat. Rekomendasi tersebut meliputi larangan beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah akibat bahaya lontaran batu pijar (incandescent rock avalanches). Selain itu, terdapat pembatasan aktivitas yang lebih spesifik di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan, dengan jarak aman hingga 13 kilometer dari puncak, serta larangan beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang aliran tersebut. Langkah ini merupakan bagian dari mitigasi bencana geologi yang bersifat preventif.

Pemetaan Potensi Ancaman dan Kerawanan Wilayah

Ancaman sekunder pasca-erupsi menjadi fokus dalam pemantauan teritorial saat ini. Liswanto menekankan perlunya kewaspadaan tinggi terhadap beberapa potensi bahaya, khususnya di daerah aliran sungai (DAS) yang berhulu di puncak Semeru. Potensi ancaman tersebut mencakup awan panas (pyroclastic density currents), guguran lava, dan aliran lahar. Wilayah-wilayah yang masuk dalam peta kerawanan tinggi meliputi beberapa sungai utama, yaitu:

  • Besuk Kobokan
  • Besuk Bang
  • Besuk Kembar
  • Besuk Sat
Berdasarkan analisis historis dan kondisi terkini, aliran lahar berpotensi terjadi hingga jarak sekitar 17 kilometer dari puncak gunung. Pemerintah Kabupaten Lumajang dan Malang di Jawa Timur perlu memprioritaskan pemantauan dan sosialisasi di kawasan-kawasan ini, mengingat hunian dan aktivitas pertanian masyarakat yang berdekatan dengan aliran sungai.

Kronologi kelima erupsi yang terjadi dalam rentang waktu tertentu pada 3 Agustus 2026 memberikan gambaran mengenai dinamika dan intensitas aktivitas vulkanik. Data kronologis ini sangat krusial bagi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat dalam menyusun skenario respons dan evakuasi. Pemahaman terhadap pola erupsi—mulai dari yang pertama pada dini hari hingga yang terakhir—dapat digunakan untuk memprediksi kemungkinan peningkatan atau penurunan aktivitas, serta mengidentifikasi zona-zona yang paling rawan terdampak material vulkanik seperti hujan abu.

Dalam konteks pemerintahan daerah, situasi ini menuntut koordinasi terpadu antar-otoritas. Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama pemerintah kabupaten terkait perlu memperkuat sinergi operasional antara PVMBG, BPBD, dinas terkait, dan aparatur kewilayahan hingga tingkat desa. Upaya tersebut harus difokuskan pada: (1) penegakan ketat terhadap batas-batas zona bahaya yang telah ditetapkan, (2) penyiapan dan uji coba rute serta lokasi evakuasi, serta (3) diseminasi informasi yang cepat, akurat, dan merata kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya yang bermukim di lereng dan kaki gunung. Kejadian erupsi beruntun ini juga menggarisbawahi pentingnya integrasi data pemantauan gunung api ke dalam sistem perencanaan tata ruang dan pengurangan risiko bencana berbasis wilayah (territorial-based disaster risk reduction) yang lebih komprehensif.

Entitas dalam Berita
Tokoh: Liswanto
Organisasi: Pos Pengamatan Gunung Semeru, PVMBG
Lokasi: Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Malang, Jawa Timur, Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat
Berita Terkait