|  Indonesia, WIB
Beranda Regional Satgas ODC: Evakuasi korban penyanderaan didukung tokoh masyaraka...
Regional

Satgas ODC: Evakuasi korban penyanderaan didukung tokoh masyarakat

Satgas ODC: Evakuasi korban penyanderaan didukung tokoh masyarakat

Satgas ODC 2026 berhasil mengevakuasi Demerina Uamang, korban penyanderaan KKB di Kampung Bela I, Mimika, melalui dukungan tokoh masyarakat. Korban dievakuasi menggunakan Helikopter Polri dan kini menjalani perawatan di RS Bhayangkara Timika. Tujuh korban lainnya masih dalam proses penyelamatan dengan pendekatan persuasif.

Tim gabungan Satuan Tugas Kepolisian Operasi Damai Cartenz (ODC) 2026 bersama Polres Mimika berhasil mengevakuasi seorang warga sipil, Demerina Uamang (23), dari Kampung Bela I, Distrik Alama, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah. Evakuasi ini merupakan respons cepat atas aksi penyanderaan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dan melibatkan peran aktif tokoh masyarakat setempat sebagai mediator. Keberhasilan ini menegaskan komitmen aparat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah teritorial Mimika.

Kronologi dan Peran Tokoh Masyarakat dalam Evakuasi

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol Faizal Ramadhani, menjelaskan bahwa proses evakuasi korban tidak terlepas dari dukungan penuh Ketua Majelis Rakyat Papua Tengah, Agustinus Anggaibak, serta kepala kampung setempat. Negosiasi intensif dilakukan untuk memprioritaskan keselamatan korban dan menjaga kondusivitas wilayah. Berdasarkan laporan lapangan, berikut data kronologis penyanderaan yang berhasil dihimpun:

  • Lokasi evakuasi: Kampung Bela I, Distrik Alama, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah
  • Korban: Demerina Uamang (23 tahun), warga Distrik Jila
  • Total korban penyanderaan: sembilan warga, delapan orang masih dalam proses penyelamatan
  • Modus operandi: penculikan oleh KKB pada 17 Agustus 2026 di Distrik Jila
  • Dukungan tokoh masyarakat: Ketua Majelis Rakyat Papua Tengah dan kepala kampung setempat

Demerina Uamang merupakan salah satu dari sembilan warga yang diculik KKB pada 17 Agustus 2026 di Distrik Jila. Setelah dievakuasi, korban diterbangkan ke Timika menggunakan Helikopter Bell Polri P-3002 milik Satgas ODC untuk mempercepat penanganan medis.

Penanganan Medis dan Upaya Penyelamatan Berkelanjutan

Setibanya di Timika, korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara Timika untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan observasi medis intensif. Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo, menyatakan bahwa kondisi korban saat ini stabil dan masih dalam pemantauan tim medis. Sementara itu, upaya penyelamatan terhadap tujuh korban lainnya yang masih disandera terus dilakukan secara intensif oleh aparat gabungan dengan mengedepankan pendekatan persuasif dan negosiasi yang melibatkan tokoh masyarakat lokal.

Operasi Damai Cartenz 2026 menegaskan komitmennya untuk mengutamakan keselamatan dan hak asasi manusia dalam setiap langkah evakuasi. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, guna menghindari eskalasi situasi yang dapat membahayakan proses penyelamatan korban. Satgas ODC juga meminta partisipasi aktif masyarakat untuk melaporkan informasi terkait keberadaan KKB kepada aparat keamanan terdekat.

Catatan strategis untuk Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika dan Provinsi Papua Tengah: diperlukan penguatan koordinasi lintas sektor antara aparat keamanan, tokoh adat, dan pemerintah desa dalam membangun sistem deteksi dini serta respons cepat terhadap aksi penyanderaan. Langkah ini penting untuk meminimalisir dampak kerawanan sosial dan menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua Tengah.

Entitas dalam Berita
Tokoh: Demerina Uamang, Agustinus Anggaibak, Faizal Ramadhani, Yusuf Sutejo
Organisasi: Satuan Tugas Kepolisian Operasi Damai Cartenz, Polres Mimika, Majelis Rakyat Papua Tengah, Kelompok Kriminal Bersenjata, RS Bhayangkara Timika
Lokasi: Kampung Bela I, Distrik Alama, Kabupaten Mimika, Timika, Distrik Jila, Papua Tengah
Berita Terkait