Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara resmi meningkatkan status aktivitas gunung api Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) pada 16 Agustus 2026 pukul 10.00 Waktu Indonesia Timur (WIT). Keputusan ini didasarkan pada hasil pemantauan visual dan instrumental yang menunjukkan eskalasi signifikan pada kegempaan serta aktivitas permukaan kawah. Pemerintah Daerah setempat langsung menindaklanjuti peningkatan status siaga ini guna mengantisipasi potensi bencana yang lebih luas di wilayah Halmahera Barat.
Eskalasi Aktivitas Gunung Ibu dan Data Pemantauan Terkini
Berdasarkan laporan teknis PVMBG, dalam kurun waktu 24 jam terakhir tercatat peningkatan frekuensi letusan Gunung Ibu yang disertai kolom abu vulkanik setinggi 1.200 hingga 1.500 meter di atas puncak. Data seismograf menunjukkan lonjakan jumlah gempa letusan, gempa embusan, dan tremor harmonik yang konsisten, mengindikasikan sistem saluran magma yang tidak stabil. Rekomendasi teknis yang dikeluarkan oleh PVMBG meliputi:
- Larangan seluruh aktivitas pendakian, penambangan material gunung api, dan pendekatan ke dalam zona berbahaya dengan radius 3 kilometer dari kawah aktif.
- Imbauan kepada masyarakat di sekitar aliran sungai yang berhulu di Gunung Ibu agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman lahar dingin, terutama apabila terjadi hujan lebat di area puncak.
- Peningkatan koordinasi antara Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Barat dengan pos pemantauan gunung api untuk memastikan akurasi informasi secara real-time.
Langkah Mitigasi Pemerintah Daerah dan Kesiapsiagaan Wilayah
Menindaklanjuti status siaga gunung api ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Barat telah mengaktivasi posko pengawasan dan penanganan bencana di tingkat desa. Lokasi evakuasi sementara telah disiapkan meliputi tiga desa terdekat yang masuk dalam zona radiasi ancaman, yaitu Desa Waitina, Desa Sangaji, dan Desa Duono. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Barat bersama dengan PVMBG dan TNI/Polri terus melakukan pemantauan intensif melalui kamera pengawas dan seismograf untuk mengidentifikasi potensi perluasan zona bahaya. Data spasial wilayah menunjukkan bahwa pemukiman di lereng barat dan selatan Gunung Ibu merupakan area paling rawan terdampak awan panas dan aliran piroklastik, sehingga identifikasi jalur evakuasi dan titik kumpul telah dimutakhirkan.
Sebagai catatan strategis bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Barat, peningkatan status siaga gunung api ini memerlukan penguatan komunikasi risiko terhadap masyarakat dan kesiapan logistik di posko pengungsian. Sinergi antara BPBD, Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan sangat diperlukan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan darurat, termasuk masker untuk perlindungan pernapasan dari abu vulkanik dan air bersih. Koordinasi berkelanjutan dengan PVMBG sangat direkomendasikan untuk memperbarui informasi aktivitas Gunung Ibu secara berkala, guna memastikan kesiapsiagaan wilayah dalam menghadapi potensi bencana yang lebih besar.