Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri bersama Brimob Polda Jawa Barat melaksanakan penggerebekan di sebuah rumah di Dusun Cipari, Desa Cimaragang, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Operasi yang dimulai sejak pukul 05.30 WIB ini berhasil mengamankan dua unit bom rakitan berdaya ledak tinggi, sejumlah bahan kimia prekursor, serta dokumen yang diduga kuat terkait jaringan terorisme regional. Seorang terduga berinisial AS (35) ditangkap tanpa perlawanan. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo mengonfirmasi bahwa temuan bahan peledak di Ciamis ini merupakan bagian dari pengembangan kasus terorisme yang tengah diinvestigasi secara mendalam oleh Polri.
Kronologi Penggerebekan dan Indikator Kerawanan Wilayah
Penggerebekan yang bermula dari informasi intelijen tersebut dilakukan dengan penyisiran menyeluruh. Setelah mengamankan area, tim gabungan memasuki rumah terduga dan menemukan sejumlah barang bukti yang sangat membahayakan keamanan wilayah. Berikut rincian temuan yang berhasil diamankan:
- Dua buah bom rakitan siap ledak yang dikonfirmasi memiliki daya ledak tinggi.
- Bahan kimia prekursor dalam jumlah signifikan yang diduga digunakan untuk merakit bom.
- Dokumen dan peta yang mengindikasikan target aksi di tempat ibadah dan pusat keramaian di wilayah Priangan Timur.
- Sejumlah alat komunikasi dan perangkat elektronik yang sedang dianalisis oleh Densus 88 untuk mengungkap jaringan lebih luas.
Kepolisian menyatakan bahwa bom rakitan tersebut direncanakan untuk digunakan dalam aksi teror menyambut perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang sempat tertunda akibat pandemi. Penemuan ini menunjukkan adanya potensi gangguan serius terhadap keamanan teritorial di Jawa Barat bagian selatan, khususnya Kabupaten Ciamis dan sekitarnya. Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Satpol PP dan kepolisian setempat langsung meningkatkan patroli keamanan di titik-titik rawan seperti pasar tradisional, gereja, dan pusat perbelanjaan.
Indikasi Jaringan Terorisme Regional dan Langkah Pengamanan Teritorial
Hasil penyelidikan awal mengungkapkan bahwa jaringan ini diduga memiliki kaitan dengan kelompok teroris di Sulawesi Tengah. Polri masih melakukan pengembangan di sejumlah titik di Jawa Barat dan Lampung untuk mengungkap keterlibatan lebih luas. Berikut indikator kerawanan yang teridentifikasi:
- Adanya komunikasi terstruktur antara terduga AS dengan jaringan regional di Sulawesi Tengah.
- Rencana aksi teror yang menyasar tempat ibadah dan pusat keramaian di wilayah Priangan Timur.
- Penggunaan bahan peledak rakitan yang mengindikasikan kemampuan teknis terbatas namun berbahaya.
- Potensi pergerakan sel lain di Jawa Barat dan Lampung yang masih dalam pengawasan ketat Densus 88.
Warga sekitar diimbau untuk tetap tenang dan segera melaporkan segala hal mencurigakan kepada aparat. Koordinasi antara Pemkab Ciamis, Polres Ciamis, dan Polda Jawa Barat terus diperkuat untuk mengantisipasi potensi ancaman. Temuan bahan peledak dan indikasi keterlibatan jaringan terorisme di Ciamis ini mengingatkan pentingnya kewaspadaan berlapis di tingkat desa dan kecamatan. Rekomendasi strategis bagi pemerintah daerah: perlunya penguatan sistem deteksi dini berbasis komunitas, peningkatan kapasitas Satpol PP dalam pengawasan bahan kimia prekursor, serta sinergi intelijen daerah dengan Densus 88 untuk memetakan kerawanan secara periodik di seluruh wilayah Kabupaten Ciamis dan sekitarnya.